sergapntt.com [TAMBOLAKA] – Warga Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur diajak oleh bupatinya untuk puasa makan nasi selama satu hari dalam seminggu. Bahkan hari Kamis telah disepakati sebagai hari tanpa beras untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras sebagai bahan makanan pokok.
“Mungkin,,,, pertama, kita merasa berat. Tetapi lama kelamaan akan menjadi biasa dan tidak jadi soal lagi,” kata Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, dalam arahannya pada puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat Kabupaten SBD di Balai Penyuluhan Kecamatan di Desa Karuni, Kecamatan Loura, Sabtu (29/10/2011) siang.
Peringatan puncak HPS itu dihadiri Wakil Bupati SBD, Jakob Malo Bulu, para pimpinan SKPD, para camat, penyuluh pertanian lapangan, kader petani, tokoh masyarakat dan warga masyarakat. Acara itu juga diisi dengan pasar kaget yang menyediakan aneka makanan ringan berbahan lokal, buah-buahan dan sayuran lokal.
Kodi Mete mengajak warga menjadikan hari Kamis setiap minggu sebagai hari tanpa beras di meja makan karena ketergantungan pada beras yang terlalu tinggi. “Kita ini kalau pesta selalu makan nasi dari beras. Biar pinjam di tetangga juga tidak apa-apa, asal makan nasi dari beras. Mana ada pesta yang menyedikan nasi dari jagung saja? Tidak ada itu. Kenapa harus selalu nasi dari beras,” tantang Kodi Mete.
Dia menguraikan, ketergantungan yang terlampau tinggi pada beras seolah-olah tidak ada bahan pangan lain yang turut menyumbang andil pada kerawanan pangan di masyarakat. “Masalah besar kita adalah tingginya ketergantungan pangan pada beras, padahal produksi beras menurun,” katanya.
Karena itu dia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menggantungkan harapan pada beras seolah-olah menjadi bahan pangan tunggal dan tidak tergantikan. “Kita sepakat agar hari Kamis adalah hari tanpa beras, hari makan tanpa beras. Pada hari itu kita makan bahan pangan lokal seperti ubi atau pisang. Kenapa tidak?” ajak Kodi Mete. Kodi Mete bahkan mengajak Dinas Ketahanan Pangan menggelar lomba makan pisang.
Ketua Panitia HPS Tingkat Kabupaten SBD, Edy Tue, membeberkan data-data rinci tentang kondisi pangan, ketersediaan lahan dan produksi beras. Menurut Edy, total kebutuhan pangan Kabupaten SBD tahun 2011 adalah 36.650,7 ton beras, sedangkan total produksi hanya 32.191,8 ton beras. “Karena itu Kabupaten Sumba Barat Daya masih mendatangkan beras dari propinsi tetangga,” kata Edy.
Edy mengingatkan bahwa pangan lokal non beras adalah pangan yang dapat dibanggakan, terutama ubi-ubian mengingat potensi daerah SBD sangat mendukung untuk memproduksi pangan lokal. Dia merincikan lahan potensial seluas 55.338 hektar, yang sudah difungsikan 43.892 hektar, yang belum difungsikan seluas 14.672 hektar. (by.cis/pk)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar