sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya memaparkan sejumlah persoalan aktual kemasyarakatan yang membutuhkan perhatian dan komitmen bersama kalangan DPRD NTT.
“Pertama, untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini, sementara dilucurkan Gong Belajar. Pemerintah Provinsi NTT telah meminta para Bupati/Walikota untuk bersama sekolah, komite dan orang tua murid mendiskusikan teknis persoalan ini, memprakarsai adanya alternatif di luar struktur formal ini, serta bersinergi melaksanakan Gong Belajar untuk memajukan pendidikan di daerah ini,” tandas Gubernur dalam sambutannya pada Penutupan Masa Sidang ke II DPRD NTT, di ruang sidang Kelimutu DPRD NTT, Kamis (3/11/11).
Kedua, kata Gubernur, saat ini pemerintah sedang menggagas kegiatan SAIL Komodo 2013. “Kita berharap, SAIL Komodo 2013 menjadi jalan bagi para peserta SAIL untuk sampai di berbagai pulau di NTT, untuk mengenal masyarakat, memahami berbagai keanekaragaman budaya yang ada, menikmati keindahan dan pesona wisata, baik wisata bahari, wisata alam, wisata religi maupun atraksi budaya yang disuguhkan di setiap daerah sesuai karakteristik masing-masing daerah,” tegas Gubernur dan berharap ada dukungan Dewan yang terhormat untuk pengembangan pariwisata terpadu.
Persoalan ketiga, lanjut Gubernur, meski saat ini beredar informasi tentang adanya rawan pangan serta ancaman ketahanan dan kerentanan pangan di daerah ini, namun dalam setiap kunjungan ke lapangan, pemerintah menemukan adanya kondisi aktual masyarakat yang tidak kekurangan pangan oleh karena tersedianya pangan lokal. “Sekalipun demikian, dengan dukungan Dewan yang terhormat, Pemerintah Provinsi NTT tetap memberi perhatian serius pada kondisi pangan di setiap kabupaten serta berkoordinasi dengan Pemkab/Pemkot untuk menggalakan gerakan moral konsumsi pangan lokal,” ucap Gubernur.
Menurut Gubernur, persoalan lainnya adalah masalah pengembangan wilayah daerah. “Saat ini pemerintah telah menyampaikan dokumen usulan Pemekaran Kabupaten Malaka di Kabupaten Belu, Kota Maumere di Kabupaten Sikka, dan Adonara di Kabupaten Flores Timur,” papar Gubernur sembari berharap agar ada komunikasi yang intensif dengan DPR RI khususnya Komisi II DPR RI sehingga diagendakan pada pertengahan November ini.
Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dewan yang terhormat atas dukungannya terhadap Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah tahun 2012 sebagaimana tertuang dalam KUA-PPAS tahun 2012. “Evaluasi pelaksanaan Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah tahun 2011 menunjukan hasil yang menggembirakan termasuk respon para Bupati/Walikota dengan melakukan replikasi di 21 kabupaten/kota se NTT,” kata Gubernur.
Sidang penutupan Dewan dipimpin Ketua DPRD NTT, Drs. I.A. Medah, didampingi Wakil Ketua, Nelson Matara, S.Ip dan Anselmus Tallo, SE serta dihadiri pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT.
By. FERRY GURU
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar