sergapntt.com [KUPANG] – Untuk mendukung dan melaksanakan suksesnya program revolusi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Provinsi NTT, diharapkan aparatur pemerintah menjadi contoh hidup sehat dan mengikuti program Keluarga Berencana (KB).
“Saya pikir untuk suksesnya program KIA di NTT, aparatur juga harus menjadi contoh dalam mengikuti KB. Sehingga ibu selamat dan anak bisa sehat,” ujar Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si, saat menerima Tim Teknis AIPMNH dan AUSAID di ruang kerjanya, Jumat (4/11).
Di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Wagub, pihaknya melalui Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Provinsi NTT telah mendirikan dan meresmikan Tempat Penitipan Anak (TPA) yang berada tepat di belakangan Kantor Gubernur NTT. “Keberadaan TPA ini sebagai bentuk pengendalian dan pengawasan terhadap ibu dan anak,” kata Wagub.
Pada bagian lain, Wagub mengaku, kuantitas tenaga kesehatan untuk Rumah Sakit, Pusat Kesehatan masyarakat (Puskesmas), Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di Provinsi NTT masih minim. Sebagai wujud dukungan dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan di NTT, Wagub mengungkapkan komitmen Pemprov NTT untuk memberikan rekomendasi kepada Menteri Kesehatan agar memprioritaskan anak daerah asal NTT dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis sekaligus juga mendapat dukungan beasiswa.
Wagub beralasan, karena Provinsi NTT sebagai daerah kepulauan sehingga diperlukan sumber daya manusia di bidang kesehatan yang memadai. “NTT sebagai daerah kepulauan sekaligus memiliki tingkat kematian ibu dan anak yang cukup tinggi, sehingga membutuhkan beberapa dokter spesialis. SDM kita harus lebih dipacu melalui lembaga-lembaga pendidikan di bidang kesehatan dan menggandeng lembaga swasta yang berkaitan dengan kesehatan dalam mengakses pelayanan kesehatan khususnya bagi ibu melahirkan,” pinta wagub.
Sementara itu pihak AIPMNH dan AUSAID menyampaikan kepada Pemprov NTT bahwa pihaknya berkeinginan untuk memprogramkan “Rumah Tunggu” yang merupakan salah satu wujud pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya di daerah pedalaman. “Tujuan dari Rumah Tunggu adalah membantu memfasilitasi masyarakat pedalaman untuk mendapatkan pelayanan kesehatan seperti di Rumah Sakit, mengingat jarak tempat tinggal pasien yang jauh dari rumah sakit,” ucap delegasi AIPMNH dan AUSAID.
By. FERRY GURU
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar