sergapntt.com [SOE] – Mata air Bonleu yang menjadi sumber utama jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten TTS sedang bermasalah. Hal yang mempengaruhi distribusi air ke pelanggan PDAM beberapa pekan terakhir.
Namun secara umum pengaduan pelanggan mulai berkurang karena PDAM menyiapkan mobil tengki air untuk melayani kebutuhan emergensi. Selain itu, masyarakat juga menyadari kondisi musim panas yang berpengaruh pada menurunnya debit air pada beberapa sumber.
Demikian dijelaskan Pjs Direktur PDAM TTS, Lely Hayer kepada wartawan, Senin (7/11) di ruang kerjanya. Lely dikonfirmasi tekait dugaan adanya pemutusan saluran air pada sumber air Bonleu oleh pihak tertentu. Menurut Lely, pelayanan air minum oleh PDAM saat ini memang terganggu. Namun pihaknya sedang berupaya untuk memperbaiki jaringan yang bermasalah agar dapat segera teratasi.
“Awalnya ada keluhan dari warga Kota SoE bahwa aliran air sangat kecil, bahkan hampir tidak ada. Sehingga kami bersama teman-teman di bagian teknis turun cek dan ternyata betul. Sehingga kami tanya ke petugas yang menjaga sumber di Bonleu, Benyamin Fallo. Kemudian dia bilang memang aliran air ke TTS sengaja dialihkan oleh petugas dari Kabupaten TTU. Memang mata air Bonleu itu ada persis diantara TTS dan TTU. Sehingga kami berupaya untuk turun cek langsung ke lokasi, Sabtu (5/11). Namun belum berhasil karena medan yang dilalui sangat berat karena sedang hujan. Waktu itu kami bersama DPRD dan Bagian Ekonomi,” jelas Lely yang didampingi Kasubag Pengaduan, Lunu Missa.
Terkait hal ini, Lely berjanji akan bersurat kepada PDAM Kabupaten TTU untuk segera dicarikan solusi. Selain itu, dia juga mengatakan antisipasi yang dilakukan dengan memperbaiki bak penampung Bonleu yang kini sudah rusak. Walaupun distribusi melalui jaringan pipa sedang terhambat, namun Lely mengharapkan masyarakat untuk tidak panik. Pasalnya, selain upaya perbaikan secara cepat, pihaknya telah menyiapkan dua unit mobil tengki untuk keperluan emergensi para pelanggan. Dia menegaskan, pelayanan air tengki gratis tanpa biaya.
“Sumber air Bonleu itu merupakan sumber utama, sehingga kalau terganggu, maka jelas akan terganggu semua. Karena dari sumber tersebut ada 5.018 pelanggan yang terganggu dari total pelanggan 6.077. Memang kita masih dibantu dengan beberapa sumber seperti dari Buat, Kesetnana dan Oenasi. Namun beberapa sumber yang membantu justru debit airnya semakin turun. Sehingga kita tetap upayakan agar distribusi dari Bonleu segera normal kembali. Jadi tim teknis sudah turun untuk bekerja keras selama beberapa hari ini,” janji Lely.
Sementara itu, Lunu Missa mengaku, walaupun distribusi air terganggu, namun pengaduan pelanggan semakin berkurang. Hal ini menurut Lunu sebagai bentuk kesadaran masyarakat terkait kondisi alam yang memang tidak terhindarkan. Dia mengatakan, menurunnya pengaduan pelanggan karena adanya mobil tengki yang siap melayani kebutuhan emergensi selama 24 jam.
“Ini juga bukan kita yang mau, karena memang kondisi alam sehingga debit air menurun. Sehingga masyarakat juga mengerti itu,” akunya.
By. SOS
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar