Tidak ada satu pun pesawat itu yang sanggup untuk lepas landas. Mesinnya sudah rusak, dan pesawat itu tampak seperti besi berkarat. Jendela di kokpit pesawat itu bahkan buram akibat terkena sinar ultraviolet.
“North Atlantic Treaty Organization (NATO) tidak mengembomnya, tidak ada satu pun dari pesawat ini yang terbang,” ujar pasukan Dewan Transisi Nasional sambil tertawa.
Khadafi juga masih menyimpan tank buatan Rusia yang sudah usang seperti T55 dan BMP-1. Tank tersebut juga dipastikan sudah tidak dipakai bertahun-tahun.
Pada 1970, perekonomian Libya meningkat namun Libya akhirnya dijatuhkan embargo minyak pada 1982 dan semakin diperberat lagi pada 1996. Kesulitan ekonomi juga tampaknya membuat Libya untuk menyimpan mesin-mesin perangnya.
Sejak dulu, Libya memang menjadi konsumen dari senjata-senjata buatan Rusia. Kejatuhan Khadafi juga menyebabkan kerugian besar bagi Rusia.Sebagai eksportir senjata terbesar nomor 2 dunia, Rusia dilaporkan menderita kerugian sebesar USD4 miliar atau sekira Rp35,8 triliun.
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar