sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menegaskan, Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah (DEMAM) yang digulirkan Pemerintah Provinsi NTT kepada 287 desa/kelurahan di NTT bukan merupakan proyek pemerintah.
“Program ini bukan proyek. Ini program pro rakyat, uangnya langsung disalurkan kepada rekening desa dan masyarakat sendiri untuk membeli apa saja yang mereka usaha; yang penting usaha-usaha itu produktif,” papar Lebu Raya dalam dialog interaktif RRI Kupang bertemakan: “Dengan Semangat dan Makna Hari Pahlawan ke 66 Kita Dukung dan Sukseskan Program Pemerintah Provinsi NTT Dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Desa Mandiri Anggur Merah”, pada Kamis (10/11/11) malam.
Lebu Raya mengatakan, semangat heroik para pahlawan di masa penjajahan dulu mesti memberi inspirasi kepada kita untuk rela berkorban demi membangun daerah ini dan membawa masyarakat menuju kesejahteraan. Semangat juang, semangat bekerja keras yang diwariskan para pahlawan itulah yang harus mendorong kita semua untuk bekerja lebih keras lagi agar masyarakat kita bisa keluar dari jeratan kemiskinan. Meski realitas menunjukkan masih ada kemiskinan dan ketertinggalan di daerah ini.
Lebu Raya mengaku, Program DEMAM merupakan pintu keluar dari jeratan kemiskinan yang menghimpit NTT selama ini. Peringatan Hari Pahlawan tidak sekadar formalitas belaka, tetapi nilai-nilai kepahlawanan itu mesti diadopsi oleh generasi sekarang. “Semangat kebangsaan, semangat nasionalisme harus terus diperjuangkan. Karena nation and character building di negeri ini masih dalam proses sebagai sebuah bangsa; dari Sabang sampai Merauke, Sangirtalaut sampai Rote Ndao,” imbuhnya.
Gubernur mengakui, pelaksanaan Program DEMA yang tengah berjalan ini dari sisi mekanisme dan prosedur musti ada pembenahannya. “Perlu ada pembenahan-pembenahan supaya lebih lancar, mudah dan pendamping juga bisa kerja dengan baik. Saya pikir sisi mekanisme dan prosedur inilah yang musti kita benahi di masa yang akan datang,” ujar Gubernur.
Memang untuk membangun sebuah kelembagaan dan soliditas antar sesama masyarakat di tingkat desa, kata Gubernur, bukanlah pekerjaan yang mudah. “Kita tidak ingin masyarakat kita terus tertinggal. Kita sedang memotivasi mereka untuk bergerak cepat agar bisa keluar dari jeratan kemiskinan sehingga mereka bisa meraih kesejahteraan,” ucap Gubernur, optimis.
Turut hadir dalam acara dialog itu Kadis Sosial NTT, Drs. Petrus Manuk, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi NTT, Drs. Mikhael Fernandez, Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi NTT, Ir. Thobias Uly, M.Si, Kepala Kesbangpol Linmas NTT, Dra. Sisilia Sona, Kepala Biro Umum Setda NTT, Kanisius Beka, SH dan sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Provinsi NTT.
By. FERRY GURU
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar