Pemkab SBD Bangun Pembangkit Listri Tenaga Surya


sergapntt.com [TAMBOLAKA] – Tekad Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya (SBD) menyediakan listrik untuk masyarakat bukan isapan jempol belaka. Dalam kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Pemkab SBD membangun pembangkit listrik tenaga surya skala besar dengan smart micro grid controller. Pembangkit listrik ini menghasilkan energi listrik sebesar 500 Kwh.
Pembangkit listrik tenaga surya skala besar ini dibangun di Desa Billa Cenge, Kecamatan Kodi Utara. Penandatanganan nota kerjasama ini antara Pemda SBD dan BPPT telah dilakukan di Jakarta, 6 Juni 2011 lalu.
Pada hari Rabu (9/11/2011), Deputi Teknologi Informasi, Elektronika dan Material BPPT, Dr. Ir. Unggul Priyanto, menyempatkan diri datang melihat pembangunan pembangkit listrik itu.
Bupati SBD, dr. Kornelis Kodi Mete, menyambut baik kerjasama ini. Pasalnya, salah satu dari empat isu strategis Pemda SBD adalah desa bercahaya.

Sabtu (12/11/2011) lalu, para tukang terlihat sibuk membangun ratusan beton setinggi kurang lebih 30 cm yang ditanam dalam tanah. beton-beton itu merupakan tempat pancang tiang-tiang penyanggah panel yang berfungsi menangkap dan menyimpan tenaga matahari.

Hampir semua peralatan untuk pembangkit tenaga listrik ini sudah ada di lapangan. Kontraktor lokal sedang membuka jalan baru sekitar 1,5 km menuju titik pembangkit listrik ini.

Sejumlah tiang penyanggah panel telah berdiri. Menurut rencana, Januari 2012, pembangkit listrik ini sudah selesai dibangun dan siap beroperasi. Pembangkit listrik ini di bangun di atas lahan seluas dua hektar. Lahan di kawasan ini merupakan hamparan padang savana yang tidak banyak pohon. Lokasi ini dipilih berdasarkan hasil survai dan melihat kekuatan cahaya matahari yang bersinar.

Pembangkit listrik dengan sistem ini merupakan yang terbesar di Indonesia saat ini. “Jika jadi nanti, pembangkit listrik tenaga surya skala besar ini menjadi yang teresar di Indonesia dan pertama di NTT,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi SBD, Aloysius Bulang, S.H, di ruang kerjanya.

Bulang menjelaskan, pembangkit listrik tenaga surya ini mampu menghasilkan energi listrik sebesar500 Kwh. Energi listrik ini, jelas Bulang, akan dijual kepada PT PLN dan selanjutnya dijual lagi kepada masyarakat sebagaimana biasanya.

By. PK/ESA

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.