Sabtu (12/11/2011) lalu, para tukang terlihat sibuk membangun ratusan beton setinggi kurang lebih 30 cm yang ditanam dalam tanah. beton-beton itu merupakan tempat pancang tiang-tiang penyanggah panel yang berfungsi menangkap dan menyimpan tenaga matahari.
Sejumlah tiang penyanggah panel telah berdiri. Menurut rencana, Januari 2012, pembangkit listrik ini sudah selesai dibangun dan siap beroperasi. Pembangkit listrik ini di bangun di atas lahan seluas dua hektar. Lahan di kawasan ini merupakan hamparan padang savana yang tidak banyak pohon. Lokasi ini dipilih berdasarkan hasil survai dan melihat kekuatan cahaya matahari yang bersinar.
Pembangkit listrik dengan sistem ini merupakan yang terbesar di Indonesia saat ini. “Jika jadi nanti, pembangkit listrik tenaga surya skala besar ini menjadi yang teresar di Indonesia dan pertama di NTT,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi SBD, Aloysius Bulang, S.H, di ruang kerjanya.
Bulang menjelaskan, pembangkit listrik tenaga surya ini mampu menghasilkan energi listrik sebesar500 Kwh. Energi listrik ini, jelas Bulang, akan dijual kepada PT PLN dan selanjutnya dijual lagi kepada masyarakat sebagaimana biasanya.
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.



Tinggalkan komentar