Pelajar Menebar “Teror”, Orang Tua Diminta Waspada


sergapntt.com [KUPANG] – Mutakhirnya teknologi, mahir pula perilaku hidup bebas anak muda jaman sekarang. Kendati masih belia, tapi jangan ditanya urusan pacar lengkap dengan menu penutupnya. Semua sudah di luar kepala. Mulanya coba-coba, belakangan jadi ketagihan.  Kalau sudah begini, petir pun tak mampu membuat mereka gentar hadapi bahaya kehamilan.
Ya,,, rupanya wabah seks bebas sedang berkembang di Kota Kupang. Tak hanya oknum anak SMA atau mahasiswi yang disebut-sebut punya predikat ganda.  Kini prilaku liar anak SMP pun mulai tumbuh bak jamur dimusim hujan.  Diam-diam mereka punya jaringan sendiri. Dari mulut ke mulut, akhirnya terkuak, ternyata selama ini ada anak SMP yang menjajakan tubuhnya demi kepuasan dan rupiah.
Awal November 2011 lalu, aparat Polsek Oebobo Kota Kupang menangkap seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dilaporkan telah memboking cewek SMP dari pagi hingga malam. “Yang lapor itu bukan si cewek itu, tapi orang tuanya si cewek itu,” ujar Kanis, sobat sergapntt.com.
Kini kasus tersebut sedang ditangani dan dikembangkan polisi. Sementara si pria penikmat ‘daun muda’ itu telah dikurung polisi.  “Kasian juga itu orang tua. Kata dia, dia dijebak. Tapi yah,,,, kita lihat saja pembuktiannya nanti,” papar salah seorang kerabatnya yang mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis.
Sebelumnya, tim buser Polsek Oebobo juga menangkap dua pemuda yang dilaporkan mengurung dan meniduri pacar mereka masing-masing selama satu hari. Ironisnya, pacar kedua pemuda itu masih duduk di kelas 2 SMP di salah satu sekolah negeri di Kota Kupang.
Hasil investigasi sergapntt.com menyebutkan, rata-rata pelajar SMP yang bisa diboking, berparas cantik dipadu body menawan. Tarif pun tak mahal-mahal amat. Sekali pake mereka biasanya hanya meminta bayaran Rp. 100 ribu hingga 200 ribu. Misalnya saja Leny (14) —nama samaran—. Dara blasteran antar pulau di NTT ini hanya mematok tarif Rp. 150 ribu sekali kencan. Jika doble, maka otomatis ongkos pun tambah. Hanya saja, yang ini terserah konsumen. Asalkan wajar.
Menurut Leny, kegiatan ‘lembur’ di luar jam sekolah ini sudah ia lakoni hampir setahun lebih. Itu berawal ketika secara sepihak ia diputusin sang pacar. Padahal selama pacaran segala sesuatunya telah ia berikan. Bisa dibilang mereka sudah seperti suami istri.
Karena kecewa, suatu sore, iseng-iseng Leny berjalan kaki menelusuri lorong dekat rumahnya. Maksudnya untuk melepas penat yang melilit kepala. Tapi belum jauh dari rumahnya, ia bertemu dengan temannya semasa SD. Setelah obrol beberapa saat, Leny pun diajak menggunakan sepeda motor.  Di rumah temannya itu, Leny menegak minuman keras. Tak banyak memang. Tapi karena tak biasa, Leny pun mabuk. Akhirnya Leny diantar pulang.
Keesokan harinya Leny seperti ketagihan. Tapi kali ini bukan hanya miras. Leny mulai agresif mengajak temannya untuk melakukan hubungan seks. Semenjak itulah, Leny makin liar. Jika ada peluang atau kesempatan, Leny pasti menikmati miras dan seks. Hingga suatu ketika ia memutuskan untuk total mencari duit  dari kaum pria pemburu ‘barang baru’.
“Ya,,, uangnya b pakailah. Beli inilah,,,itulah,,, macama-macamlah. Tapi jangan bilang-bilang lo ka,,,” papar Leny sembari meminta aktivitasnya dirahasiakan.
Tak hanya Leny, diluar sana masih banyak lagi. Mereka terus menebar teror memporak-poranda moral masa depan. Karena itulah para orang tua diminta waspada dan haru berperan akti memonitor setiap perkembangan anak.  “Masalah ini bisa selesai, kecuali mulai dari rumah. Itu tanggung jawab para orang tua,” tegas Markus Deo, warga Kecamatan oebobo, Kota Kupang, Rabu (16/11/11).
By. CHRIS PARERA

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.