sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya meminta kepada seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT agar mengelola anggaran yang ada, baik yang bersumber dari dana APBN maupun APBD secara lebih cermat, lebih transparan, dan akuntabel. “Untuk itu RAPBD tahun anggaran 2012 yang disampaikan pemerintah tetap mengedepankan keberpihakan pada kepentingan masyarakat melalui pembangunan berbasis desa dan kelurahan sesuai spirit Anggur Merah,” tandas Gubernur saat membaca Pengantar Nota Keuangan atas RAPBD TA 2012 di gedung DPRD NTT. Jumat (18/11).
Dari sisi penerimaan sebut Gubernur, pihaknya harus mampu menggali, meningkatkan dan mengembangkan sumber –sumber pendapatan asli daerah, agar kapasititas fiskal semakin kuat. “Dari sisi belanja, kita harus dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas belanja, baik belanja APBN maupun belanjan APBD,” tandas Gubernur dan menegaskan, “ Anggaran belanja harus dapat digunakan lebih berkualitas, lebih efektif, dan efisien.”
Menurut Gubernur, kebocoran anggaran tidak boleh terjadi. “Setiap rupiah yang dibelanjakan, harus digunakan untuk kegiatan dan program yang benar-benar produktif, dan mampu memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat di daerah ini,” kata Gubernur dan menambahkan, dari total rencana belanja daerah TA 2012 sebesar Rp 1,20 triliun lebih, terdapat Rp 750,53 miliyar lebih atau 62,53 % adalah belanja untuk pelayanan kepada masyarakat.
Untuk agenda pemantapan kualitas pendidikan, ucap Gubernur dialokasikan dana Rp 88,16 miliyar; pembangunan kesehatan sebesar Rp 143, 62 milyar; agenda pembangunan ekonomi sebesar Rp 182, 58 miliyar; agenda pembangunan infrastruktur sebesar Rp 293,14 milyar; agenda pembenahan sistem hukum sebesar Rp 281,97 milyar; agenda konsolidasi tata ruang dan pengelolaan lingkungan hidup sebesar Rp 10,78 milyar; peningkatan kualitas kehidupan dan peran perempuan, kesejahteraan anak dan partisipasi pemuda sebesar Rp 12, 92 milyar; dan agenda khusus dialokasikan dana sebesar Rp 187, 14 milyar.
Pada bagian lain Gubernur juga berharap agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTT dan masyarakat di daerah ini untuk bersama-sama dapat terus mengawasi penggunaan anggaran. “Mari kita gunakan anggaran daerah ini dengan tepat dan benar,” pinta Gubernur.
By. FERRY GURU
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar