Perkelahian itu karena gagalnya damai menyelesaikan perkelahian Florianus Gaut dari Sawo dengan Patris dari Wesang. Polres Manggarai mengantongi empat calon tersangka berinisial BT, PD, BJ, dan AP. Tiga nama pertama sudah dimintai keterangannya oleh penyidik Polres Manggarai, sedangkan AP buron dan dicari polisi.
Kornelis menderita luka paling parah dirujuk ke RSUD Ruteng, Minggu malam. Tiga terbuka lebar di kepala bagian belakang, satu diantaranya sampai ke tengkorak selain luka tebasan di tangan kanannya.
Tarsius Jebatu, putra Kornelis ditemui Pos Kupang di RS Ruteng, Minggu malam mengatakan penganiyaan yang menimpa orangtuanya karena gagalnya usaha damai menyelesaikan perkelahian adiknya, Flori dengan Patris.
“Adik saya berkelahi dengan anak dari Wesang. Hari Sabtu, bapak dan keluarga lain datang ke Wesang menyelesaikan. Namun, saat itu tua adat Wesang, Bernabas Tar, berangkat ke Labuan Baja mengantar pengantian perempuan,” kata Tarsi. Penyelesaian ditunda Minggu.
Kapolres Manggarai, AKBP Pontjo Soediantoko, S.Ik., melalui Kasubag Humas, Ipda Simon Jeo, kepada Pos Kupang di Ruteng menjelaskan keempat calon tersangka memenuhi unsur ditetapkan menjadi tersangka.
Awal mula kejadian ketika keempat korban bersama sanak familinya sekitar 15-20 orang datang ke Wesang meminta klarifikasi pemukulan terhadap putra Beda Abut, Florianus. Pemukulan itu berlangsung pada pesta perkawinan anak tua Gendang Wesang, Bernabas Tar, Jumat malam.
Pertemuan Beda Abut, Cs menemui salah satu tua adat Gendang Wesang, Yohanes Jot, Minggu sekitar pukul 13.00 Wita kurang harmonis. Yohanes seolah menyalahkan Flori sebagai biang kekacauan di pesta itu.
Perang mulut kedua pihak tak terhindarkan dan berujung penganiayaan yang dilakukan warga Wesang terhadap orang Sawo.
Stefanus (58) menderita luka bacok pada pipi dan kepala, Kornelis Sasur (80) menderita luka bacok pada lengan dan kepala, Beda Abut (75) luka bacok pada pipi kiri dan Tarsisius Amigo (41), mengalami memar pada pelipis dan lengannya.
Kornelis mengalami luka paling parah dirawat intensif di RSUD Ruteng. Stefanus dan Beda Abut dirawat RS St. Rafael Cancar, sedangkan Tarsisius mendrita luak ringan dirawat jalan.
“Ceritanya Flori dan Patris bersenggolan kemudian berkelahi di dalam tenda pesta. Flori diusir dari tempat pesta. Ternyata setelah keluar Flori dikeroyok para pemuda di luar kemah. Hari Jumat dan Sabtu, orang tua Flori bersama keluarganya datang ke Wesang minta klarifikasi. Kedatangan mereka tidak dilayani orang Wesang yang menyatakan masih sibuk urusan usai pesta. Mereka menjanjikan hari Minggu (20/11/2011), ternyata komunikasinya tidak mulus sehingga terjadi penganiayaan,” kata Simon.
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar