Gagal Berdamai, 2 Kelompok Berkelahi, Empat Warga Ditebas


sergapntt.com [RUTENG] – Hari Minggu  (20/11/2011) siang, belasan warga  dari Gendang (rumah adat) Sawo dan Gendang Wesang di Desa Golo Worok, Kecamatan Ruteng terlibat perkelahian di dalam Gendang Wesang. 
Empat warga  Sawo, Kornelis Sasur (80), Stefanus Seladun (58), Beda Abut (75), dan Tarsisius Amigo (41)  mengalami luka  tebasan dan memar  dirawat di  RS Ruteng dan RS St. Rafael Cancar.

Perkelahian itu  karena  gagalnya damai  menyelesaikan perkelahian Florianus Gaut  dari Sawo dengan Patris dari Wesang. Polres Manggarai mengantongi empat  calon tersangka berinisial  BT, PD, BJ, dan AP. Tiga nama pertama sudah dimintai keterangannya oleh penyidik Polres Manggarai, sedangkan  AP buron dan dicari polisi.

Kornelis menderita luka paling parah dirujuk ke RSUD Ruteng, Minggu malam.  Tiga terbuka lebar di kepala bagian belakang, satu diantaranya sampai ke tengkorak selain luka tebasan di tangan kanannya.

Tarsius Jebatu,  putra Kornelis  ditemui Pos Kupang di  RS Ruteng, Minggu malam mengatakan penganiyaan  yang menimpa orangtuanya karena gagalnya usaha damai menyelesaikan  perkelahian adiknya, Flori dengan  Patris.

“Adik saya berkelahi dengan anak dari Wesang. Hari Sabtu, bapak dan keluarga lain datang ke  Wesang  menyelesaikan.  Namun, saat itu  tua adat Wesang,  Bernabas Tar, berangkat ke Labuan Baja mengantar pengantian perempuan,” kata Tarsi. Penyelesaian ditunda Minggu.

Kapolres Manggarai, AKBP Pontjo Soediantoko, S.Ik., melalui Kasubag Humas,  Ipda Simon Jeo, kepada Pos Kupang di  Ruteng menjelaskan keempat  calon tersangka memenuhi unsur ditetapkan menjadi tersangka.

Awal mula kejadian ketika keempat korban bersama sanak familinya sekitar 15-20 orang  datang  ke  Wesang meminta klarifikasi pemukulan terhadap putra  Beda Abut, Florianus. Pemukulan itu   berlangsung pada  pesta perkawinan anak tua Gendang Wesang, Bernabas Tar, Jumat malam.

Pertemuan Beda Abut, Cs menemui salah satu tua adat Gendang Wesang, Yohanes Jot, Minggu sekitar pukul 13.00 Wita  kurang harmonis. Yohanes seolah menyalahkan Flori sebagai  biang kekacauan  di pesta itu.

Perang mulut kedua pihak tak terhindarkan  dan berujung  penganiayaan  yang dilakukan  warga  Wesang terhadap orang   Sawo. 

Stefanus  (58) menderita  luka bacok pada pipi dan kepala, Kornelis Sasur (80) menderita luka bacok pada lengan dan kepala, Beda Abut (75) luka bacok pada pipi kiri dan Tarsisius Amigo (41),  mengalami memar pada pelipis dan lengannya.

Kornelis mengalami  luka paling parah dirawat  intensif di RSUD Ruteng.  Stefanus dan Beda Abut dirawat  RS St. Rafael Cancar, sedangkan Tarsisius  mendrita luak ringan dirawat jalan.

“Ceritanya Flori dan Patris bersenggolan kemudian berkelahi di dalam  tenda pesta.  Flori diusir dari tempat pesta. Ternyata setelah keluar  Flori dikeroyok para  pemuda di luar kemah. Hari Jumat dan Sabtu, orang tua Flori bersama keluarganya datang ke Wesang minta klarifikasi.  Kedatangan mereka tidak dilayani orang Wesang  yang menyatakan  masih sibuk  urusan usai pesta. Mereka menjanjikan hari Minggu (20/11/2011), ternyata komunikasinya tidak mulus sehingga terjadi  penganiayaan,” kata Simon.

By. PK/CHE

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.