Ditambahkan Djohar, pihaknya tetap mensyukuri hasil yang diraih oleh Garuda Muda, hal tersebut tak karena lebih dari 10 tahun Indonesia tak mampu masuk ke babak final SEA Games.
“Selama 10 tahun terakhir kita tak pernah masuk final. Prestasi malam ini patut kita syukuri,” tambahnya.
Karena itulah, setelah Skuadra Garuda Muda kalah melalui adu penalti oleh Timnas Malaysia, Manajer Timnas U-23, Roso Daras melontarkan permintaan maafnya pada seluruh pecinta sepak bola Indonesia.
“Mohon maaf, kali ini kami masih belum berhasil untuk memenuhi harapan yang dipercayakan pada kami,” ucap Roso.
Sebelumnya, perjuangan Egi Melgiansyah dan kawan-kawan harus berakhir dengan kekalahan. Setelah berjuang 90 menit normal kedudukan imbang 1-1, selanjutnya 2 x 15 menit perpanjangan waktu, kedudukan tetap imbang, mereka harus melakoni adu penalti.
Di drama adu penalti itu, dua penggawa Skuadra Garuda Merah Putih gagal menaklukkan penjaga gawang Malaysia, Khairul Fahmi. Sementara, hanya seorang penggawa Harimau Malaya yang gagal menaklukkan kiper andalan Skuadra Garuda Muda, Kurnia Meiga Hermansyah.
Bahkan, pelatih yang akrab disapa RD itu dengan ksatria mengakui bahwa dirinya telah gagal memenuhi target yang diberikan kepada dirinya.
“Saya dapat tugas untuk meraih medali emas, jadi apapun alasannya sata telah gagal,” ujar RD dalam konferensi persnya.
“Hanya ini yang bisa saya persembahkan untuk negeri ini, Terima kasih atas kerja samanya.”
Sementara itu, mengenai kemungkinan dipilihnya dirinya untuk menggantikan pelatih Timnas Senior, Wim Rijsbergen, RD juga enggan untuk mengomentari kemungkinan tersebut.
Pasalnya, dirinya telah gagal sehingga RD mengaku belum pantas untuk menjadi pelatih Timnas Senior.
“Kalau saya diserahi tugas, saya akan bertanya, apakah saya pantas naik ke Timnas Senior dengan kegagalan ini?” pungkas RD.
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar