Bisnis Esek-esek Merambah Facebook


sergapntt.com [KUPANG] – Pelaku bisnis prostitusi kian banyak melirik Facebook sebagai lahan potensial untuk berpromosi. Gelagat ini tercium di Amerika Serikat dalam penelitian oleh seorang profesor sosiologi di Columbia University bernama Sudhir Venkatesh.
Venkatesh menengarai, Facebook jadi pilihan setelah situs craigslist yang semula subur jadi tempat iklan prostitusi, telah menutup seksi iklan erotis. Alhasil, para germo dan pekerja seks komersial (PSK)-nya beralih ke situs jejaring terpopuler itu.

Venkatesh mempublikasikan penelitiannya yang sebelumnya juga mengungkap bahwa Black Berry jadi handset favorit para PSK. Risetnya mengamati bagaimana teknologi telah jadi alat bantu bisnis esek esek. Ini memang sebuah tuntutan zaman karena para pelanggan pun menginginkan kepraktisan.

“Kini tak ada seorang pria kosmopolitan yang bermartabat, mencari teman kencan dengan menurunkan kaca mobilnya dan memanggil PSK di lampu lalu lintas,” tutur Venkatesh, seperti dikutip dari Cnet, Rabu (23/11/2011).

Venkatesh memperkirakan sebanyak 83% PSK memiliki halaman Facebook untuk menjual diri. Bahkan ia meyakini bahwa di akhir 2011 nanti, Facebook akan jadi ladang utama mencari pelanggan bagi para pelaku prostitusi.

Tidak dijelaskan bagaimana mereka menjalankan bisnis esek-esek melalui Facebook. Yang pasti dengan segudang anggota, Facebook dianggap memiliki potensi sehingga para PSK dapat meraih lebih banyak klien pria hidung belang.

SITUS KENCAN
Sebuah website kencan mengambil informasi sekitar 250 ribu profil pengguna Facebook tanpa seizin para pemiliknya. Pengelola situs bernama lovely-faces.com ini memajang foto-foto ratusan ribu pengguna Facebook tersebut di halaman websitenya.

Seperti dikutip dari AFP, Rabu (23/11/2011), beberapa kategori pun diberikan untuk ratusan ribu pengguna Facebook di situs Lovely Faces. Antara lain berdasarkan gender, kelucuan atau keramahan mereka.

Profil Facebook yang diambil memang telah dianalisis dengan software pengenal wajah. Software ini mampu memfilter dan mengkategorikan masing-masing foto profil berdasarkan ekspresi wajah.

Nah, para pengunjung situs bisa memilih calon teman kencan potensial melalui foto-foto itu. Jika sudah menjatuhkan pilihan, pengunjung tinggal mengklik foto dan diarahkan ke profil Facebook sosok yang ia pilih. Selanjutnya, terserah mereka bagaimana akan melakukan pendekatan alias PDKT via Facebook.

Pembuat Lovely Faces adalah Paolo Cirio dan Allesandro Ludovic. Keduanya seniman dan menyatakan Lovely Face tak ditujukan untuk alasan komersial melainkan proyek seni. Mereka juga sepertinya ingin menyindir mudahnya pencurian identitas di Facebook.

“Facebook, sebuah tempat yang cool bagi banyak orang, pada saat yang sama adalah tambang emas untuk pencurian identitas tanpa kontrol user. Namun ini memang sifat alamiah Facebook dan situs jejaring secara umum,” demikian kata mereka.

Pihak Facebook tampak tidak senang dengan kelakuan pembesut Lovely Faces dan menegaskan bahwa mengambil informasi di Facebook tanpa permisi adalah melanggar aturan. Facebook pun melakukan investigasi untuk mengambil langkah yang diperlukan. 

By. CIS

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.