sergapntt.com [KAIRO] – 47 demonstran Kristen Koptik tewas akibat tindakan brutal pasukan militer Mesir dalam aksi demo kelompok Kristen Mesir yang menuntut agar militer segera membangun kembali gereja di Mesir Selatan yang dihancurkan oleh pasukan militer Mesir pada bulan Oktober 2011 lalu.
Pada bentrokan pertama diketahui 19 demonstran tewas terkena peluru tajam. Bentrokan kedua kembali memakan 25 korban tewas dari kubu Kristen Koptik. Pada bentrokan ketiga yang terjadi pada Rabu (23/11/2011) sore, 3 demontrans Kristen dilaporkan tewas.
Mayat mereka terlihat dibaringkan di sebuah rumah sakit di Kairo, ibukota Mesir. Sementara Televisi Nasional Mesir melaporkan, setidaknya tiga tentara juga tewas dan 300 orang lainnya cedera dalam bentrokan tersebut. Bahkan beberapa kendaraan militer dibakar selama ketegangan berlangsung. Militer Mesir mengklaim bahwa para pengunjuk rasa juga dipersenjatai dengan senjata mematikan.
Minoritas Kristen Koptik berjumlah sekitar 20 persen dari populasi total rakyat Mesir. Kebanyakan para pengunjuk rasa terlihat mempersenjatai diri mereka dengan salib kayu.
Di rumah sakit itu terdengar jeritan wanita berduka, yang kehilangan orang yang dicintai akibat kerusuhan. Peti mati kosong juga berbaris di luar pusat medis tersebut.
Para pejabat pemerintah mengatakan bahwa setidaknya tiga tentara juga tewas. 300 orang lainnya menderita luka-luka.
Kerusuhan dimulai ketika sekitar 1.000 demonstran Kristen mencoba berdemo di luar gedung televisi negara di Kairo. Para demonstran mengatakan mereka kemudian diserang oleh “preman” yang menggunakan dengan tongkat.
Kekerasan kemudian lepas kendali terutama setelah sebuah kendaraan militer mempercepat lajunya ke trotoar, dan menabrak beberapa warga Kristen.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyerukan penyelidikan independen atas kematian para demonstran tersebut.
“Saya menyerukan otoritas Mesir untuk menghentikan penggunaan kekerasan yang jelas-jelas berlebihan terhadap para demonstran di Lapangan Tahrir dan tempat lainnya di negara tersebut, termasuk penggunaan gas air mata, peluru karet dan amunisi asli yang tidak semestinya,” cetus Navi Pillay, Komisioner Tinggi HAM PBB.
“Beberapa foto yang muncul mengenai Tahrir, termasuk pemukulan brutal terhadap para demonstran yang sudah tunduk, sangat mengejutkan, begitu pula laporan tentang para demonstran tak bersenjata yang ditembak di kepala,” kata Pillay.
Hari ini ribuan demonstran kembali membanjiri Lapangan Tahrir untuk menuntut dihentikannya kepemimpinan militer di negara itu. Warga terus berdemo meski sebelumnya pemimpin interim Mesir telah berjanji akan menyerahkan kekuasaan ke presiden terpilih pada pertengahan 2012 mendatang.
by. MOZ
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar