sergapntt.com [KUPANG] – Kendati telah punya anak dua, Martha (27), —nama samaran–, masih kelihatan montok bak gadis yang baru mekar. Senyumnya selalu menawan dibalut bibirnya yang merah merekah. Bodynya? Hm,,, “oba bhai”, sebutan khas Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang artinya tidak ada obat alias seksi sekali. Profesi Martha adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada sebuah lembaga pendidikan di Kota Kupang. Sedangkan suaminya, sebut saja Heru, seorang pengusaha trevel dan memiliki beberapa unit angkutan kota (angkot) yang melayani rute dalam Kota Kupang.
Awalnya, kehidupan Martha dan suaminya aman-aman saja. Namun kondisi ini berubah ketika Juni 2010 lalu, Heru meminta Edy (31), tetangganya, untuk mengemudi angkot yang baru ia beli. Diawal-awal semua berjalan normal. Edy yang masih terikat tali saudara dengan Heru terlihat sangat rajin dan jujur menjalankan tugasnya sebagai sopir.
Hanya saja profil Edy bisa dibilang lebih elegan dari Heru. Selain bertubuh atletis, bapak beranak satu ini juga dikaruniai wajah yang tampan. Inilah yang membuat Martha salah tingkah setiap kali menerima uang setoran angkot dari Edy. Hm,,,, diam-diam, Martha mulai jatuh cinta pada Edy.
Suatu ketika Heru bepergian ke luar kota selama dua minggu. Praktis di rumah tinggalah Martha dan dua anaknya yang masih kecil-kecil. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Edy. Apalagi Edy telah lama menangkap sinyal kalau Martha menyukai dirinya.
Tak seperti biasa, hari itu Edy pulang lebih awal dari biasanya. Setelah parkirkan mobil di garasi, Edy menemui Martha untuk menyetor setoran angkot. Selepas itu, tiba-tiba Edy mengutarakan isi hatinya kalau ia sangat menyukai Martha. Bak gayung bersambut, Martha pun balik menyerang dengan ciuman hangat. Alhasil,,, tarung ranjang pun terjadi malam itu. Setelah itu, setiap ada kesempatan, Martha dan Edy tak pernah menyia-nyiakannya.
Setahun kemudian hubungan mereka akhirnya tercium oleh Heru. Apa yang terjadi? Ribut besar! Edy nyaris dibunuh oleh Heru. Begitupun dengan Martha. Urusan ini akhirnya sampai ke tangan polisi.
Tiga bulan kemudian terdengar kabar kalau Heru dan Martha telah pisah tanpa status cerai. Begitupun dengan Edy dan istrinya.
“Mereka su pisah. Baik Heru dengan Martha, maupun Edy dengan istrinya. Sekarang ini, Edy dan Martha sudah tinggal bersama. Tapi beta sonde tau mereka tinggal dimana? Terakhir saya ketemu mereka seminggu yang lalu di kompleks pertokoan Kuanino (Kupang),” ujar Andre, tetangga Martha pada Rabu (23/11/2011).
Kisah Edy ‘nyopir’ istri majikannya itu kini masih menjadi topik hangat perbincangan warga Naikoten I dan Bakunase, Kota Kupang. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi!
By. CHRIS PARERA
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar