TLM Lakukan Sosialisasi Kespro Bagi Pelajar


sergapntt.com [MENIA] – Selama dua hari, 25-26 November Yayasan Tanaoba Lais Manekat (TLM) GMIT bekerja sama dengan Puskesmas Seba melakukan sosialisasi kesehatan reproduksi (kespro) bagi pelajar di beberapa sekolah di Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua.
Fasilitator Desa Yayasan TLM GMIT, Roy Kedoh kepada wartawan di  Seba, Sabtu (26/11) mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan sebagai wujud kepedulian Yayasan TLM terhadap kesehatan masyarakat terutama pelajar yang masih mengikuti pendidikan di bangku sekolah. Untuk tujuan tersebut, maka melalui Divisi Transformasi Yayasan TLM melakukan kegiatan sosialisasi pentingnya kesehatan reproduksi diketahui secara dini oleh pelajar, sehingga memiliki pengetahuan untuk bisa menghindari dari setiap ancaman penyakit menular seksual (PMS).
“Kesehatan reproduksi adalah termasuk salah satu dari sekian banyak problem remaja yang perlu mendapat perhatian bagi semua kalangan, baik orang tua, guru maupun konselor sekolah. Mengingat belakangan ini perilaku dan pergaulan remaja dengan lawan jenisnya (pacaran) telah mengarah pada perilaku seks dan mengabaikan substansi dalam menjalin hubungan yang pada dasarnya adalah sebagai ruang belajar dalam bersosialisasi, komunikasi, mengungkapkan emosi dan berkomitmen,” ujarnya.
Diharapkan kegiatan ini bisa memberi dampak yang positif bagi pelajar setelah mengetahui apa pentingnya kesehatan reproduksi, sehingga mampu menjaga diri dari pergaulan bebas yang berdampak pada rentannya kesehatan reproduksi.
“Kita lakukan kegiatan ini selama dua hari di beberapa sekolah yaitu di SMPN 3 Sabu Barat, SMKN Sabu Barat, SMPN 1 Sabu Barat dan SMA PGRI Sabu Barat,” jelas Roy.
Sementara itu, Roy William, salah satu dokter PTT pada rumah sakit Seba saat melakukan sosialisasi kesehatan reproduksi di SMPN 3 Sabu Barat menjelaskan, pada umumnya orang menganggap bahwa pendidikan seks hanya berisi tentang pemberian informasi alat kelamin dan berbagai macam posisi dalam berhubungan kelamin. Hal ini tentunya akan membuat orang tua merasa khawatir. Untuk itu, perlu diluruskan kembali pengertian tentang pendidikan seks.
Pendidikan seks berusaha menempatkan seks pada perspektif yang tepat dan mengubah anggapan negatif tentang seks. “Dengan pendidikan seks kita dapat memberitahu remaja bahwa seks adalah sesuatu yang alamiah dan wajar terjadi pada semua orang. Selain itu remaja juga dapat diberitahu mengenai berbagai perilaku seksual berisiko sehingga mereka dapat menghindarinya,” ujarnya.
Dijelaskan, PMS adalah penyakit yang dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui hubungan seksual. Seseorang berisiko tinggi terkena PMS bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. Bila tidak diobati dengan benar, penyakit ini dapat berakibat serius bagi kesehatan reproduksi seperti terjadinya kemandulan, kebutaan pada bayi yang baru lahir bahkan kematian.
By. SBR

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.