Andy Tewas Ditabrak Mobil, Jasadnya Digendong,,,,


sergapntt.com – ADA  seorang bocah kelas 4 SD di sebuah daerah di Pulau Timor, Indonesia, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yang berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan. 
Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke sebuah gereja tiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya. Tindakannya selama itu diamati oleh seorang pastor yang terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman.
“Bagaimana kabarmu, Andy? Apakah kamu akan ke Sekolah”, tanya si Pastor.  “Ya, Bapa Pastor!” balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati sang Pastor.
Pastor itu begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada Andy, “Jangan menyebrang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah, kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat.”
“Terima kasih, Bapa Pastor.”
“Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?”
“Aku hanya ingin menyapa Tuhan.. sahabatku.” Dan Pastor tersebut meninggalkan Andy. Tetapi Pastor tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga. Tiba-tiba terdengar suara Andy. Dengan lembut dia menyapa sahabatnya, “Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanya kue ini. Terima kasih buat kue ini, Tuhan! Tadi aku melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya… Lucunya, aku jadi tidak begitu lapar.
Lihat ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa. Paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah. Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa dari temanku sudah berhenti sekolah, tolong bantu mereka supaya bisa bersekolah lagi. Tolong Tuhan. Oya.. Engkau tahu kalau Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu. Tuhan, Engkau mau lihat lukaku??? Aku tahu Engkau dapat menyembuhkannya, disini..disini…disini…dan disini. Aku rasa Engkau tahu yang ini kan….???
Tolong jangan marahi ibuku, ya..?? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makan dan biaya sekolahku.. Itulah mengapa dia memukul aku.  Oh, Tuhan..aku rasa, aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang sangat cantik dikelasku, namanya Anita. menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku??? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku. Hei… ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira??? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau menyukainya. Oooops.. aku harus pergi sekarang”.

Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pastor, “Bapa Pastor.. Bapa Pastor.. aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyebrang jalan sekarang!”
Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari. Andy tidak pernah absen sekalipun. Pastor Thomas berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu. Karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Tuhan. Suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.
Pada hari Natal, Pastor Thomas jatuh sakit sehingga tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja tersebut diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga mengutuki orang yang menyinggung mereka.
Ketika mereka sedang berdoa, Andy pun tiba di Gereja usai menghadiri pesta Natal di sekolahnya, dan menyapa “Halo Tuhan.. Aku.. datang…”
“Kurang ajar kamu, bocah!!! Tidakkah kamu lihat kalau kami sedang berdoa???!!! Keluar, kamu!!!!!”, sergah keempat itu itu.
Andy begitu terkejut, “Dimana Bapa Pastor Thomas..?? Seharusnya dia membantuku menyeberangi jalan raya. Dia selalu menyuruhku untuk mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, karena hari ini hari ulang tahunNya, aku sudah punya hadiah untukNya..”
Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.
“Keluar kamu, bocah!.. Jika tidak kamu akan mendapatkan tonjokku!!!”
Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyebrangi jalan raya yang berbahaya di depan Gereja. Lalu dia menyeberang, tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang – disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiahnya di dalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar dan Andy pun tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang itu yang sudah tidak bernyawa lagi.
Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut, namun dengan penuh airmata datang dan memeluk bocah malang tersebut. Dia menangis.
Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, “Maaf tuan..apakah anda keluarga dari bocah yang malang ini? Apakah anda mengenalnya?”
Tetapi pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam berkata, “Dia adalah sahabatku.” Hanya itulah yang dikatakanNya.
Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam saku baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah tersebut, kemudian keduanya menghilang. Orang-orang yang ada disekitar kerumunan massa semakin penasaran dan takjub..
Di malam Natal, Pastor Thomas menerima berita yang sangat mengejutkan.
Dia pun berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan siapa pria misterius berjubah putih itu. Pastor itu bertemu dengan kedua orang tua Andy. “Bagaimana kamu mengetahui putra kamu telah meninggal?”
“Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari.” ucap ibu Andy terisak.
“Apa katanya?”
Ayah Andy berkata, “Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya. Namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy, sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan dikeningnya, kemudian Dia membisikkan sesuatu.
“Apa yang dikatakan?”
“Dia berkata kepada putraku…. Terima kasih buat kadonya. Aku akan berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku”. ….dan sang ayah melanjutkan, “Anda tahu kemudian semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis tapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu, aku menangis karena bahagia.. aku tidak dapat menjelaskannya bapa Pastor, tetapi ketika dia meninggalkan kami, ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita dalam hatiku. aku tahu, putraku sudah berada di Surga sekarang.
Tapi tolong Bapa Pastor .. Siapakah pria ini yang selalu bicara dengan putraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu di sana setiap hari, kecuali pada saat putraku meninggal.
Pastor Thomas tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya. Dengan lutut gemetar dia berbisik, “Dia tidak berbicara kepada siapa-siapa… kecuali dengan Tuhan.”
By. CIS
http://servedby.adsfactor.net/advr.php?sid=UG0GbAI0AGM%3D&cid=ADgDZFVqVTM%3D&bid=VmtTMAYxA2IGaw%3D%3D&ts=1288764500

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.