sergapntt.com [RUTENG] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengatakan, figur Frans Dula Burhan, SH merupakan sosok yang baik, rendah hati dan bersahaja. ”Pemerintah dan masyarakat NTT menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga dan masyarakat Manggarai Wae Mokel Awo – Selat Sape Sale atas meninggalnya almarhum Bapak Frans Dula Burhan,” ucap Gubernur dalam sambutannya saat memimpin apel pemakaman jenasan mantan Bupati Manggarai periode 1978-1988 di aula Kantor Bupati Manggarai, Kamis (1/12/11).
Menurut Lebu Raya, semasa hidupnya almarhum Frans Dula Burhan telah begitu banyak hal yang beliau perbuat, secara khusus semasa tugasnya menjadi Bupati Manggarai periode 1978-1988. ”Dalam pengabdian beliau selama 10 tahun banyak hal yang dapat diselesaikan secara baik dan tidak sampai kepada hal-hal yang tidak diinginkan oleh semua pihak seperti perang tanding. Hal ini patut diteladani untuk pengabdian berlanjut siapapun yang menjadi pemimpin di wilayah ini,” kata Gubernur.
Pengabdian dan panggilan pelayanan almarhum Frans Dula Burhan, sebut Gubernur untuk mengatasi berbagai persoalan dan ketergantungan yang ada dan kepedulian yang demikian besar terhadap manusia kecil dan berkekurangan, mamacu aparatur di daerah ini untuk berbuat sesuai dengan talenta pengabdian yang dimiliki. ”Bahkan pada pertengahan tahun 2011 almarhum masih memimpin rombongan masyarakat adat Manggarai bertemu saya di Kupang untuk menyelesaikan sengketa perbatasan dengan Kabupaten Ngada. Ini satu bukti kepedulian beliau yang nyata,” tandas Gubernur.
Gubernur mengungkapkan, keteladanan yang almarhum berikan kepada masyarakat NTT khususnya masyarakat di Kabupaten Manggarai antara lain pertautan antara nilai keimanan, nilai-nilai pelayanan, persekutuan dalam wahana kerendahan hati dan ketulusan dalam bersahabat dengan siapa saja, tegur sapa yang ikut mewarnai hubungan antara manusia. ”Sehingga personafikasi almarhum menjembatani setiap orang, tanpa dibatasi oleh tempat, waktu, orang maupun kedudukannya,” kata Gubernur seraya menambahkan, ”Almarhum pergi dalam cinta kasih banyak orang, dengan kerendahan hati, kesederhanaan dan keagungan serta kehormatan sebagai seorang penajab negara yang baik.”
Sebelum dimakamkan almarhum Frans Dula Burhan disemayamkan di Katedral Ruteng dan digelar misa requem yang dipimpin Uskup Ruteng, Mgr. Hubertus Leteng dihadiri belasan imam dan nampak hadir Bupati Manggarai, Drs. Christian Rotok, Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula yang merupakan adik kandung almarhum, Wakil Bupati Manggarai Barat, Drs. Gasa Maximus, M.Si dan mantan Bupati Manggarai Drs. Anthony Bagul Dagur. Almarhum dimakamkan di pekuburan keluarga di samping istri dan anak bungsunya yang telah mendahului beliau.
By. FERRY GURU
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.



Tinggalkan komentar