Puluhan Dokter di TTU Tagih Tunjangan Insentif


sergapntt.com [KEFA] – Puluhan tenaga dokter kontrak pusat yang bertugas di puskesmas se-Kabupaten TTU, Rabu (30/11) mendatangi kantor bupati TTU. Mereka adalah, Benhur Malelak, Bongg Adisitri, Agustine Vidi Hertine, Tika A, Erliana WS, Elisa, Cynthia dan Ardi Juanda.
Kedatangan mereka untuk menagih tunggakan tunjangan insentif  senilai Rp 750 ribu setiap bulan selama delapan bulan sejak April hingga November sesuai SK bupati yang belum dibayar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten TTU.
Benhur Malelak kepada wartawan menjelaskan, keputusan para dokter puskesmas untuk menagih langsung hak mereka ke Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes dilakukan sebagai langkah terakhir setelah delapan bulan tidak ada sinyal dari Dinas Kesehatan untuk melaksanakan kewajiban membayar tunjangan insentif dokter kontrak pusat sesuai SK bupati saat memulai bertugas di tempat tugas masing-masing.
Padahal menurut Benhur, para dokter kontrak pusat yang bertugas di  di hampir seluruh puskesmas sebenarnya hanya mendukung  suksesnya pelaksanaan progam pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat TTU. 
“Saya dan teman-teman dokter puskesmas sebanyak tiga puluh orang mau bertemu bupati untuk desak segera bayar uang insentif dokter puskesmas sesuai SK bupati. Karena sudah delapan bulan Pemkab belum bayar insentif kami. Itu hak kami yang harus Pemkab bayar sesuai jasa yang kami sudah persembahkan untuk rakyat TTU,” ungkap Benhur.
Selain tunggakan tunjangan insentif selama delapan bulan, menurut Benhur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTU juga masih menunggak pembayaran tunjangan insentif dokter kontrak pusat sebanyak empat bulan pada tahun anggaran 2010. Tunggakan hak para dokter kontrak pusat yang selama ini mengabdikan jasanya di hampir semua puskesmas di Kabupaten TTU menurut Benhur, yang selama ini melaksanakan tugas pelayanan kesehatan di Puskesmas Nunpene sudah pernah disampaikan kepada Kadis Kesehatan bahkan bupati, namun hingga akhir tahun 2010 Pemkab TTU belum memenuhi permintaan para dokter tersebut.
“Kami memang harus datang sampaikan masalah ini ke pak bupati, mengingat ada sebagian teman dokter yang sebentar lagi masa kontraknya selesai dan harus kembali ke tempat asal masing-masing, sehingga Pemkab harus bertanggung jawab sesuai SK bupati yang kami pegang saat memulai bertugas di puskesmas masing-masing,” kata Benhur.
Menanggapi aksi protes para dokter kontrak pusat itu, Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes tidak mau kehilangan muka. Dia langsung  bereaksi dan  berjanji akan  memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan TTU untuk segera membayar tunggakan tunjangan insentif para dokter.
“Saya belum tahu persis kasus itu, tapi yang jelas saya akan perintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk segera menindaklanjuti hak para dokter itu kalau memang benar belum memenuhi hak para dokter. Dokter kontrak pusat selama ini sudah memberikan jasanya kepada masyarakat TTU,” tegasnya.
By. KEF

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.