BKKBN NTT Bantu Masyarakat Desa Di Sabu Raijua


sergapntt.com [SEBA] – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT melakukan pelayanan keluarga berencana (KB) kepulauan di Kabupaten Sabu Raijua. Program nasional itu terselenggara atas kerja sama BKKBN Provinsi NTT dengan BPMPP KB dan Pemdes Kabupaten Sabu Raijua.
Satelit Manafe, salah satu pendamping dari BKKBN Provinsi NTT dalam kegiatan pelayanan KB kepulauan kepada Timor Express di Desa Aimau Kecamatan Sabu Tengah menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan adalah melayani masyarakat dengan berbagai alat kontrasepsi sesuai dengan keinginan masyarakat yang dilayani. 
Dikatakan, program nasional KB kepulauan meliputi beberapa kabupaten di NTT yakni Kabupaten Sabu Raijua, kabupaten yang ada di daratan Sumba seluruhnya dan Kabupaten Flores Timur.
“Kegiatan ini adalah program nasional dalam rangka mencapai ketertinggalan dalam keluarga berencana di pulau terluar, pulau terpencil dan perbatasan. Jumlah kabupaten dalam suatau provinsi ditentukan oleh pusat,” jelasnya.
Dikatakan, keluarga berencana adalah program yang digalakkan oleh pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang mana saat ini telah menduduki peringkat keempat jumlah penduduk terbesar di dunia. Jika tidak dikendalaikan, maka akan menjadi persoalan sosial yang bisa menggangu pembangunan bangsa.
“Program KB ini berada dalam pengawasan BKKBN, lembaga inilah yang mengelola dan mengatur pelaksanaan program keluarga berencana bagi masyarakat. Salah satu program yaitu mengkampanyekan program KB serta mengajak masyarakat untuk mengikutinya. Berbagai macam alat KB diperkenalkan kepada masyarakat dan mereka bebas memilih mana yang sesuai dengan keinginanya,” ujar Satelit.
Ia menjelaskan, untuk Kabupaten Sabu Raijua pelayanan KB telah dilakukan sejak 25 dan akan berakhir hingga tanggal 4 Desember yang akan datang. “Kita sudah melayani di Seba tepatnya di Puskesmas Seba. Di Pustu Daieko untuk Kecamatan Hawu Mehara dan sekarang kita layani di Pustu Aimau untuk Kecamatan Sabu Tengah. petugas medisnya semua berasal dari Kabupaten Sabu Raijua dan kita hanya mendukung dengan obat dan peralatan serta dokumen administrasi,” jelasnya.
Sementara, salah satu pendamping dari BPMPP KB dan Pemdes Kabupaten Sabu Raijua, Hengki Taka mengatakan, ada berbagai kendala yang dialami dalam rangka menyukseskan program KB di mana para petugas lapangan KB sudah ditarik untuk menduduki jabatan struktural.
Hal ini menjadi kendala sehingga adanya jaringan yang terputus antara program pemerintah pusat dengan kondisi di daerah. “Selain itu minimnya tenaga medis yang ada serta fasilitas penunjang juga menjadi kendala tersendiri dalam bagaimana menggairahkan program KB di Sabu Raijua,”katanya.

By. LET

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.