Kapolda NTT Minta Anggota Polisi Jaga Nama Baik Institusi


sergapntt.com [ATAMBUA] – Kapolda NTT, Brigjen Ricky HP Sitohang dalam arahannya kepada jajaran Polres Belu dalam kunjungan kerjanya, Selasa (29/11/11) menegaskan agar  anggota polisi khususnya Polres Belu untuk menjaga nama baik institusi dengan menjunjung tinggi aturan yang berlaku dalam lingkup kepolisian.
 “Anggota polisi harus jaga nama baik istitusi dengan taat kepada aturan dan bertindak benar di tengah masyarakat,” bilangnya.
Dikatakan, dirinya tidak akan bermain-main dengan anggota yang melanggar aturan, melakukan tindak kriminal maupun narkoba. Kalau itu terjadi hanya satu kata yakni pecat dari anggota Polri.
“Kalau ada yang buat tindak kriminal, pakai narkoba, pasti saya tindak dan hanya ada satu kata yakni pecat,” tegasnya.
Anggota kepolisian yang melakukan hal-hal melanggar hukum ditengah masyarakat baik kriminal maupun narkoba, baginya tidak ada ampun. Sebab, anggota tersebut merupakan pengkhianat istitusi Polri,yang memayunginya.
“Polisi yang buat kriminal dan pakai narkoba, pastinya itu pengkhianat yang harus dipecat. Sidang atas kasus-kasus itu tidak perlu banyak kali satu atau dua kali dan keluarkan putusan pecat,” tegasnya kepada Kapolres Belu.
Selama menjadi Kapolda katanya, dirinya akan kembali membenahi sikap dan perilaku anggota di lapangan, sebagaimana amanat dari Kapolri. Anggota kepolisian, jangan suka mabuk-mabukan, sebab semua itu akan merugikan diri sendiri dan orang lain.
“Kalau ada yang mabuk dan buat masalah harus ditindak. Kalau merugikan institusi, ya pecat saja,” ungkapnya enteng dengan khas Bataknya.
Setiap anggota hendaknya menjaga citra kepolisian ditengah masyarakat dengan bertindak humanis bukan sebaliknya arogan tanpa melihat secara benar. Polisi tambahnya, sudah harus mengedepankan HAM. Sebab, HAM merupakan sesuatu yang tidak bisa dipermainkan pada era seperti sekarang ini.
Mantan Direktur Reserse dan Kriminal Polda NTT itu mengutarakan, setiap anggota kepolisian harus mengetahui tugasnya dan menjadi pengayom bagi masyarakat yang membutuhkan kehadiran polisi.
Pada kesempatan itu, dia meminta Kapolres Belu maupun kepala satuan untuk memperhatikan para prajurit agar prajurit mendapatkan perhatian dari pemimpinnya. Pemimpin satuan, jangan membeda-bedakan anggota, melainkan harus membangun kolaborasi dan kerja sama untuk menjalankan tugas pengamanan dan pengayoman kepada masyarakat.
Dia meminta Kapolres untuk melakukan kapling tugas agar setiap satuan ada garis tanggung jawab, sehingga ketika terjadi satu persoalan, maka pemimpin satuanlah yang bertanggung jawab.
Kapolres Belu, AKBP Darmawan Sunarko dalam paparnya mengutarakan, Polres Belu terus melakukan upaya pengamanan di Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.
Di Belu katanya, untuk kamtibmas cukup terkendali berkat kerja sama semua elemen masyarakat. Untuk tindak kriminal, saat ini lebih banyak kejahatan konvensional seperti penganiayaan, curas maupun tindakan kriminal lainnya.
Dia mengatakan, Polres Belu masih mengalami kekurangan anggota di mana sampai saat ini baru 824 anggota. Padahal, kebutuhannya mencapai 1.200 anggota.
By. BEL

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.