sergapntt.com [SOE] – Salah satu tarian daerah masyarakat Kabupaten TTS kini menjadi perhatian serius beberapa lembaga sekolah. Untuk menjaga kelestariannya, tarian Bonet dijadikan sebagai mata pelajaran muatan lokal (mulok) yang diajarkan kepada semua siswa dari kelas satu hingga kelas tiga.
Kepala SMAN Ayotupas Kecamatan Amanatun Utara, Yunus Tloim mengatakan pihaknya ingin melestarikan tarian Bonet.
“Tarian Bonet ini sudah mulai hilang karena hanya orang tua saja yang biasa lakukan. Sementara generari muda sudah tidak peduli lagi dengan budaya daerah. Sehingga di dalam KTSP kita masukkan Bonet sebagai mata pelajaran muatan lokal. Diajarkan secara teori maupun praktek,” papar Yunus.
Dia menambahkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang dibangun tahun 2002 itu. Namun keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu hambatan yang belum bisa teratasi.
Disebutkan, selain sarana belajar, rombongan belajar yang bertambah membuat pihaknya kewalahan. Pasalnya, sejak berdiri tahun 2002 baru dibangun tiga ruang belajar permanen.
“Kalau tenaga guru sudah cukup. Tapi sampai sekarang kita masih kekurangan ruang belajar. Dibandingkan dengan jumlah rombongan belajar, memang sangat kurang karena kita punya 18 rombongan belajar, sementara kita baru punya tiga ruangan. Jadi selama ini kita hanya menggunakan tujuh ruangan milik salah satu SD. Tapi kondisinya memprihatinkan karena berdinding bebak dan itupun bangunan tahun 1970-an. Sehingga kita masih kekurangan 15 ruangan,” imbuhnya.
By. ER
1 Komentar
Comments RSS TrackBack Identifier URI


saya senang kalau sman di ayotupas masukkan bonet mape mulok supaya generasi muda tetap ingat budaya timor