sergapntt.com [KALABAHI] – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor mendapatkan bantuan dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2012 khusus di bidang pertanian sebesar Rp 5,1 miliar. Jumlah dana sebesar itu diperuntukkan bagi tiga program utama yakni perluasan areal pertanian, penyediaan prasarana pengelolaan air serta penyediaan prasarana pengelolahan lahan kering maupun lahan basah yang selama ini belum disentuh sama sekali oleh kelompok masyarakat petani.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Alor, Dorsila Pulinggomang kepada wartawan, Jumat (18/11) lalu, di ruang kerjanya mengatakan, dengan adanya DAK, maka pemerintah daerah sudah harus siapkan dana pendamping sebesar 20 persen yang didalamnya termasuk fisik dan konsultan perencanaan.
“Untuk dana pendamping ini kita akan anggarkan dalam APBD murni tahun depan, sehingga program ini bisa berjalan dengan baik. Jika tidak, maka program ini tidak bisa dijalankan karena sumber dana DAK tidak bisa digunakan untuk mendanai administrasi kegiatan,” akunya.
Dikatakan, tiga program utama itu didalamnya ada lima program pendukung lainnya termasuk penyediaan lumbung pangan masyarakat dan gudang pangan pemerintah serta rehabilitasi pembangunan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang ada di kecamatan.
Bukan itu saja tapi termasuk penyediaan balai pembenihan untuk pembibitan tanaman pangan holtikultura perkebunan dan peternakan serta pembangunan rehabilitasi poskeswan dan inseminasi buatan (IB) serta penanganan pasca panen.
“Untuk perluasan areal lahan basah kita akan lakukan di daerah-daerah yang punya potensi yang selama ini belum digarap, salah satunya di Desa Welai Selatan diwilayah Kecamatan Alor Tengah Utara, Desa Maukuru, Desa Padang Panjang, Lantoka Desa Tanglapui diwilayah Kecamatan Alor Timur dan Desa Alaang Kecamatan Alor Barat Laut. Sedangkan untuk perluasan areal lahan kering yang sudah tersedia itu ada tersebar di 17 kecamatan ini akan dibuka. Di mana areal lahan kering yang tersedia 129.810,495 hekater, sedangkan lahan basah 3.354,5 hektare,” jelasnya.
Dikatakan, potensi cukup banyak, baik lahan kering maupun lahan basah. Namun belum semuanya digarap. Selama ini sedang berjalan tapi tidak secara optimal akibat pihaknya terbentur dengan dana. “Sehingga potensi kita yang cukup tadi belum semuanya dikelola dengan baik. Tahun ini saja tidak ada. Kita baru dapat tahun 2012 mendatang. Karena itu perlu adanya dukungan dari anggota DPRD Alor. Sehingga progam ini sudah bisa turun sampai di tingkat kecamatan dan desa guna terwujutnya swasembada pangan,” katanya.
Menurutnya, pembangunan irigasi dan embung-embung yang ada akan dimanfaatkan secara baik guna optimalisasi lahan-lahan basah yang selama ini hanya satu kali panen diupayakan menjadi dua kali panen dalam setahun. Program ini hanya semata-mata bertujuan untuk meningkatkan usaha kepada masyarakat petani.
By. AR
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar