sergapntt.com [MENIA] – Dalam rangka membantu nelayan dalam meningkatkan hasil produksi ikan di wilayah perairan pulau Sabu, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua kembali memberikan bantuan berupa enam unit perahu lampara yang dilengkapi dengan peralatan penangkapan ikan. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sabu Raijua, Marthen Luther Dira tome bersama anggota DPRD, bertempat di kantor Dinas Pertanian Kehutanan Kelautan dan Perikanan, Sabtu (3/12/11).
Dari enam kelompok yang mendapatkan bantuan, ada dua kecamatan yang tidak dijatahi perahu lampara yakni Kecamatan Hawu Mehara dan Kecamatan Sabu Timur. Sementara, Kecamatan Sabu Barat dan Kecamatan Sabu Tengah masing-masing mendapatkan dua unit perahu lampara. Sementara, Kecamatan Liae dan Raijua mendapat jatah masing-masing satu unit.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome mengatakan, ada puluhan proposal yang dimasukkan kelompok nelayan untuk mendapatkan bantuan perahu lampara dari pemerintah. Namun karena bantuan yang ada terbatas, maka dinas teknis melakukan verifikasi serta memberikan pembobotan bagi kelompok nelayan sehingga bagi yang mendapat bantuan memang sudah dipilih sesuai dengan penilaian dari dinas.
“Pasti banyak kelompok yang kecewa, tapi bantuan yang ada sangat terbatas sesuai dengan anggaran yang ada. Kelompok yang mendapat bantuan ini sudah diseleksi secara ketat,” ujarnya.
Dikatakan, untuk menunjang nelayan dalam pengawetan ikan hasil tangkapan, maka pemerintah sudah membangun pabrik es mini sehingga nelayan tidak sulit mencari es untuk pengawetan. Selain itu, pemerintah juga lewat Dinas Perindustrian sudah melakukan pelatihan-pelatihan kepada kelompok masyarakat bagaimana mengawetkan ikan secara baik serta membuat berbagai macam makanan dari bahan baku ikan seperti bagaimana mengolah ikan menjadi abon.
Khusus untuk potensi laut ujarnya, harus diakui bahwa kekayaan yang terkandung di laut Sabu belum bisa dioptimalkan kerena berbagai keterbatasan sarana dan teknologi sehingga orang Sabu Raijua hanya bisa menonton orang luar mengeruk kekayaan yang ada di laut.
“Nelayan Sabu kan katanya hebat-hebat, jadi dengan adanya bantuan ini harus bisa menunjukan kehebatannya. Kita jangan hanya bangga memiliki laut Sabu yang kaya raya, sementara kita kalah bersaing dengan nelayan yang datang dari luar daerah ini,” tantang Marthen.
Untuk itu, melalui bantuan peralatan modern yang sudah diberikan pemerintah kepada nelayan, maka pemerintah juga sudah siap melakukan program pengembangan potensi kelautan.
Selain itu, Marthen juga menyinggung bahwa ada berbagai potensi selain penangkapan ikan yang juga sementara dilakukan seperti budidaya rumput laut di air dalam dengan sistem long line, membuat tambak ikan maupun udang serta membuat tambak garam dengan lahan yang memadai untuk diproduksi dan bisa dijual ke luar daerah.
“Kita sudah bertekad akan jadikan Sabu Raijua sebagai destinasi kelautan, sehingga semua potensi yang ada kita harus mampu kelola dengan baik. Kita bisa buat tambak ikan yang laris dipasar lokal maupun nasional. Untuk mengoptimalkan semua potensi kelautan disini, maka pemerintah sudah bertekad untuk membuat PD Kelautan, sehingga semua produksi kelautan bisa diatur dengan baik. Kita jangan lagi melihat dan menonton orang luar membagi bagi uang di atas laut Sabu dengan cara mengeruk hasil laut kita. Dengan teknologi penangkapan ikan dan pengawetan, maka bukan hal yang mustahil Sabu Raijua menjadi pemasok ikan bagi NTT dan daerah lain di Indonesia bahkan kalau bisa kita pasok ke luar negeri,” tegas Marthen.
By. SBR
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar