Hapuskan Stigma dan Diskriminasi Terhadap Penderita HIV/AIDS


sergapntt.com [OELAMASI]  –     Memperingati hari AIDS se-dunia, Kamis (1/12), Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kupang bagi-bagi pita merah kepada semua pengendara dan menggelar konferensi pers bertempat di aula kantor  bupati di Oelamasi. Kegiatan tersebut dihadiri pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang, pemuda peduli AIDS yang tergabung dalam komunitas ojek peduli AIDS (kompas) Kupang Timur dan Kupang Tengah serta masyarakat peduli AIDS.
Bupati Kupang, Ayub Titu Eki selaku ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Kupang mengatakan, memperingati hari AIDS  se-dunia perlu menyatukan tekad bersama untuk mencapai tujuan pembangunan menjadikan Kabupaten Kupang sebagai kabupaten yang nantinya pada tahun 2015 bebas dari virus HIV/AIDS dengan melakukan kegiatan yang bernilai positif dan untuk keluar dari persoalan itu perlu adanya kerja sama yang baik dari pemerintah pusat sampai pemerintah desa.
Yang menjadi sasaran/target utama adalah anak-anak usia muda yang berusia dibawah 30 tahun karena usia seperti itu rentan terhadap pergaulan bebas, sehingga perlu diberikan perhatian khusus, diberikan pengertian dan sosialisasi secara terus menerus dan bila perlu dibuat komunitas yang mendukung kepedulian terhadap penyakit yang memang belum ada obatnya.
Sedangkan yang sudah terinfeksi virus HIV/AIDS diberikan perhatian dan supor untuk tetap minum obat secara rutin dan tetap memperlakukan mereka seperti masyarakat biasa pada umumnya.
Sementara, sekretaris I KPA Kabupaten Kupang, WZ Johannes dalam laporannya mengungkapkan, data kumulatif dari klinik VCT Rumah Sakit Umum Prof Dr WZ Johannes dan RST Wira Sakti Kupang, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kupang dari tahun 2006 hingga bulan Februari 2011, terdapat 38 kasus yang terinveksi HIV/AIDS dengan rincian, 23 orang terinveksi HIV dan terinveksi AIDS sebanyak 15 orang dan yang meninggal 12 0rang.
Dari 38 kasus HIV/AIDS, berdasarkan jenis kelamin 66 persen kasus HIV/AIDS terjadi pada jenis kelamin laki-laki dan 34 persen kasus terjadi pada jenis kelamin perempuan. Sedangkan, kasus HIV/AIDS berdasarkan jenis pekerjaan dirincikan persentase tertinggi adalah ibu rumah tangga yaitu 29 persen. Sedangkan, proses tertularnya dari pelanggan penjaja seks dan pasangan seks tetapnya (istri/pacar), penjaja seks, populasi LSL dan WBP.
KPA Kabupaten Kupang dalam kepeduliannya terhadap HIV/AIDS telah melakukan kegiatan-kegiatan sejak bulan Februari hingga November 2011 antaranya, mengadakan pelatihan, diskusi dan pembentukan kelurahan peduli AIDS, sosialisasi HIV/AIDS serta pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.
Sementara, dari jaringan orang terinveksi virus HIV/AIDS yang diwakili oleh Maxi mengharapkan agar orang-orang yang telah terinveksi virus dapat diterima sebagai masyarakat yang wajar. “Tidak perlu mendiskriminasi dan memperlakukan secara khusus karena kami bukan orang yang perlu ditakuti. Tapi membutuhkan kepedulian pemerintah dan masyarakat dengan memberikan layanan pengobatan ART (anti retroviral) melalui rumah sakit Naibonat Kabupaten Kupang serta pembentukan dan penguatan klinik VCT (valuntery conselling test), sehingga dapat mendeteksi lebih dini kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kupang.
By. LITA

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.