Jalan Ikan Foti Harus Segera Diperbaiki


sergapntt.com [KUPANG] – Ruas jalan Ikan Foti yang menghubungkan Kecamatan Nekamese dan Amarasi Barat Kabupaten Kupang harus segera diperbaiki. Kalau tidak, maka jalan itu akan putus dan akan menyulitkan masyarakat yang berada di Kecamatan Amarasi Barat.
Karena itu, Dinas PU Provinsi NTT harus turun ke lokasi untuk melihat dan sesegera mungkin mengambil tindakan perbaikan. Sebab, kalau dibiarkan, maka pada musim hujan mendatang jalan tersebut bakal putus dan akan menyulitkan akses transportasi masyarakat Kecamatan Amarasi Barat dan sekitarnya ke Kota Kupang.
“Berbicara tentang jalan Ikan Foti khususnya jalan yang lama maupun jalan alternatif yang baru, memang kelihatannya dalam waktu yang begini singkat apalagi menjelang musim hujan, kalau benar-benar dari dinas terkait khususnya Dinas PU Provinsi tidak secepatnya menangani jalan alternatif maupun jalan yang lama, saya yakin, hujan yang akan datang pasti putus,” ungkap anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas kepada Timor Express, Senin (28/11) di ruang sidang DPRD Kabupaten Kupang.
Ditegaskan, jalan Ikan Foti berada di wilayah Kabupaten Kupang, sehingga pengguna jalan yang adalah masyarakat Kabupaten Kupang tidak mau tahu apakah jalan tersebut merupakan jalan negara, jalan provinsi maupun jalan kabupaten. Jalan tersebut harus segera diperbaiki demi kelancaran transportasi di wilayah tersebut. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang tidak boleh diam diri karena jalan itu digunakan oleh masyarakat Kabupaten Kupang.
“Kabupaten pun harus memperhatikan itu karena yang menggunakan jalan adalah masyarakat Kabupaten Kupang. Umumnya masyarakat tidak mau tahu apakah itu jalur negara, provinsi atau kabupaten, jalan itu harus benar-benar diperhatikan bagi kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai perwakilan dari daerah pemilihan (dapil) II, dirinya telah berkoordinasi dengan dinas teknis di Kabupaten Kupang agar dapat menaruh perhatian terhadap jalan Ikan Foti.
“Saya adalah perwakilan dari masyarakat dapil II, saya coba berkoordinasi dengan dinas terknis terutama di Kabupaten Kupang untuk bagaimana menaruh perhatian terhadap jalan Ikan Foti. Hampir setiap tahun jalan itu diperbaiki tapi tidak maksimal. Menurut saya, dalam pengkajian dan tenaga teknis yang ada tidak memadai, sehingga jalan itu walaupun ditambal begitu saja dan ditaruh batu, mungkin satu dua bulan rusak lagi. Saya yakin bahwa dari tim teknis harus mengkaji lebih jauh lagi,” katanya.
Sementara, menyinggung mengenai rapat Badan Legislasi yang digelar, Senin kemarin untuk membahas rancangan peraturan daerah (ranperda), Daniel menegaskan, Badan Legislasi DPRD Kabupaten Kupang telah menerima lima ranperda yang telah disampaikan pemerintah beberapa waktu lalu.
Disebutkan, ranperda yang akan dibahas itu sebanyak lima buah yakni ranperda tentang retribusi jalan umum, ranperda tentang retribusi jalan usaha, ranperda tentang retribusi perizinan tertentu, ranperda tentang pengelolaan pertambangan mineral dan batubara serta ranperda tentang pembentukan, penghapusan, penggabungan desa dan perubahan status desa menjadi kelurahan.
“Saya sebagai ketua legislasi yang memimpin rapat. Sebelum memulai pembahasan, tentunya kita merancang satu payung hukum tentang ranperda-ranperda yang ada, tentu harus ada kajian akademis. Akan tetapi setelah saya tanyakan ini semua ke pemerintah, ternyata dari lima ranperda itu mereka belum mempersiapkan kajian akademis,” katanya.
Menurutnya, dari kelima ranperda yang dipelajarinya khususnya tentang ratribusi, adalah ranperda lanjutan dari ranperda yang lama. Akan tetapi dalam pembahasan tidak mendapat referensi dari ranperda retribusi lanjutan.
“Sehingga saya sebagai ketua Badan Legislasi setelah berkoordinasi dengan anggota, kelima ranperda ini kami kembalikan untuk dilengkapi. Kalau tidak disertai dengan kajian akademis serta beberapa referensi tentang retribusi kami tetap menolak. Harus dilengkapi dulu baru kita bisa bahas lebih lanjut untuk dibawa ke paripurna,” tegasnya.
By. KPL

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.