Masyarakat Sabu Raijua Segel Gedung DPRD


sergapntt.com [MENIA] – Gedung DPRD Sabu Raijua, Jumat (14/10/11) lalu disegel ratusan masyarakat yang menamakan diri Forum Rakyat Menggugat. Penyegelan ini dilakukan sebagai bentuk dari tidak dilakukannya agenda persidangan mengenai perubahan anggaran tahun 2011.
Pantauan sergapntt.com di gedung DPRD Sabu Raijua, massa mendatangi gedung DPRD sekira pukul 10.45 Wita dengan menggunakan sepeda motor dan dump truk memasuki halaman gedung DPRD.
Ratusan orang yang menamakan diri Forum Rakyat Menggugat meminta supaya diizinkan untuk melakukan dialog dengan anggota DPRD.
Namun sayangnya, hanya ada empat anggota dewan yang masuk pada saat itu yakni Ketua DPRD, Ruben Kale Dipa, Simon Dira Tome, Robinson Radja Langu dan Yulianus E Bora. Semuanya merupakan anggota Fraksi Partai Golkar. Sementara, 13 orang anggota dewan lainnya tidak hadir.
Massa yang datang dengan kawalan ketat aparat kepolisian kemudian masuk dan berdialog dengan empat anggota yang ada. Ketua Forum Rakyat Menggugat, Lay Dima menyampaikan tujuan kedatangan mereka ke gedung DPRD.
Dirinya mengatakan, sebelum mendatangi gedung DPRD mereka telah mengundang seluruh anggota DPRD Sabu Raijua untuk melakukan dialog dengan masyarakat, namun kenyataannya tidak ada yang datang dan hanya empat orang yang hadir.
“Tim kami sudah mendatangi semua anggota dewan untuk menyampaikan tujuan kami untuk berdialog hari ini dan semua mereka bisa ditemui. Memang kami tidak membuat undangan tertulis, tapi kami menyampaikannya secara langsung dari orang per orang, tapi kenyataannya mereka tidak hadir,” ujarnya.
Dikatakan, kedatangan  mereka ke gedung DPRD sudah tiga kali untuk menanyakan hal yang sama yakni kapan DPRD melakukan persidangan, di mana pada kesempatan dua kali pertemuan sebelumnya DPRD sudah menjamin akan melakukan persidangan.
Melihat kenyataan yang terjadi, maka pihaknya akan melakukan penyegelan terhadap gedung DPRD dan menyegel semua mobil operasional yang digunakan oleh dewan serta meminta pemerintah untuk membekukan gaji dewan karena mereka tidak melakukan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota dewan.
Sementara, Ketua DPRD, Ruben Kale Dipa pada kesempatan itu memberitahukan kepada masyarakat bahwa dari sekian banyak anggota yang tidak hadir hanya Yusak Musa Robo yang menghubunginya untuk memberitahukan kalau sedang mengalami kedukaan. Sementara, anggota lainnya tidak ada berita.
Anggota DPRD dari Farksi Partai Golkar, Simon Dira Tome pada kesempatan itu mengatakan, yang hadir untuk melakukan dialog hanya Fraksi Partai Golkar yang notabene mendukung persidangan, sehingga apa yang disampaikan oleh masyarakat tidak tepat sasaran karena banyak anggota dewan yang tidak hadir dan yang sementara melakukan mosi tidak percaya kepada ketua DPRD.
Dialog yang dilakukan berjalan cukup alot, sehingga terjadi dua kali skorsing untuk memberi kesempatan kepada forum melakukan dialog dengan masyarakat yang ada di luar gedung DPRD. Namun karena tidak ada jalan keluar akhirnya ketua DPRD menutup acara dialog dan masyarakat kemudian keluar.
Masyarakat kemudian melakukan penyegelan gedung DPRD dan menyegel mobil ketua DPRD. Sementara mobil operasional dewan yang dipakai oleh para wakil ketua dan ketua-ketua komisi akan di segel kemudian karena tidak ada di gedung DPRD pada saat itu.
Ruben Kale Dipa yang ditemui setelah masyarakat menyegel gedung DPRD dan mobil oprerasional ketua mengaku, gedung DPRD adalah rumah rakyat, sehingga mereka memiliki hak untuk melakukan penyegelan jika dewan tidak melakukan tugas dan fungsinya secara baik. Demikian dengan mobil DH 2 SR yang dipakainya sebagai kendaraan operasional.
“Ini semua berasal dari rakyat. Saya diberi mobil karena rakyat yang pilih saya. Jadi kalau mereka mau segel itu adalah hak mereka dan saya harus siap dan ingat saya jalan kakipun bisa untuk melaksanakan kepentingan rakyat. Demikian juga dengan gedung DPRD ini kalau mereka segel itu hak mereka,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Forum Rakyat Menggugat, Lay Dima mengatakan, semua fasilitas yang diperoleh merupakan keringat rakyat, sehingga ketika dewan tidak melaksanakan tugasnya, maka rakyat perlu melakukan langkah-langkah.
Ditanya apakah kehadiran Forum Rakyat Menggugat sudah mewakili seluruh rakyat Sabu Raijua, dirinya mengakui bahwa yang datang merupakan perwakilan dari semua kecamatan yang ada kecuali Raijua.
By. SBR

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.