sergapntt.com [MENIA] – Masyarakat Sabu Raijua tidak boleh mengeluh lapar, sehingga pemerintah wajib melakukan berbagai inovasi dalam mewujudkan ketahanan pangan masyarakat. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memberi penyadaran kepada masyarakat untuk bahu membahu dengan pemerintah dalam melaksanakan setiap program yang dijalankan terutama program yang berhubungan langsung dengan pertanian, sehingga pangan masyarakat tetap terjaga.
Hal ini dikatakan Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome saat mengunjungi kebun rakyat mandiri di Desa Menia yang saat ini sudah mendekati musim panen. Marthen menegaskan, jika ada masyarakat yang berteriak lapar, itu adalah warning bagi pemerintah untuk bagaimana melakukan berbagai terobosan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pangan masyarakat.
Untuk itu, pihaknya meminta agar masyarakat tidak boleh apatis dengan program yang sementara dilaksanakan pemerintah seperti kebun rakyat mandiri di berbagai desa. “Ini baru kali pertama kita lakukan penanaman pada musim kering dan hasilnya sungguh luar biasa,. Tahun depan kita akan melakukannya secara besar-besaran. Untuk itu, masyarakat harus bekerja keras, jangan sampai hanya teriak lapar padahal malas untuk bekerja,” tegasnya.
Marthen menjelaskan, program menanam pada musim panas atau yang biasa disebut kebun rakyat mandiri yang sementara bergeliat diberbagai wilayah di Kabupaten Sabu Raijua adalah salah satu cara pemerintah menuju ketahanan pangan searah dengan kebijakan pemerintah pusat.
Ditegaskan, ketahanan pangan di Sabu Raijua tidak boleh dilakukan secara sembrono, tapi dilaksanakan dengan kecerdasan ilmu yang ada, baik itu ilmu yang pada dinas teknis maupun pada pemegang kebijakan.
“Apa yang kita lakukan disini dengan menggalakkan masyarakat untuk menanam pada musim panas bukan sesuatu yang sangat luar biasa. Hanya saja selama ini kita telah mengklaim bahwa daerah ini adalah daerah kering dan kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi, baru kita stop berusaha. Kita kutip dulu apa yang dikatakan firman Tuhan, Tuhan memerintahkan kita untuk mengelola bumi ini. Oleh sebab itu, dengan kecerdasan yang ada pada manusia harus maksimal kita manfaatkan sehingga potensi apa saja di bumi ini yang bisa dikelola. Dengan demikian kita telah turut apa yang dikatakan Tuhan,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, presiden telah menekankan agar tidak ada sejengkal tanahpun yang dibiarkan menganggur. Ditambahkan, tidak semua wilayah di Sabu Raijua merupakan wilayah kering, tapi ada wilayah tertentu yang memiliki mata air dan bisa dimanfaatkan pada musim kering untuk menanam berbagai komoditas.
“Bedanya kita dengan tempat lain adalah kalau ditempat lain mata airnya ada di atas gunung. Lalu mereka gunakan dengan gravitasi tapi kita tidak boleh menyerah karena kita tidak punya seperti itu di Sabu. Kita cocokkan dengan kondisi kita. Disini mata air kita ada di bawah lalu kita berusaha untuk menyedot air itu lalu menaikkannya keatas,” ujarnya.
Dikatakan, yang paling penting dilakukan adalah bagaimana memilih dan memilah lahan-lahan yang ada lalu kemudian ditanami tanaman yang sesuai dengan karakter tanah yang ada, apakah cocok dengan jagung atau kacang serta komoditas lainnya.
“Kalau misalnya tempat ini cocok dengan jagung, maka kita tanami jagung. Kalau cocok dengan kacang tanah atau kacang hijau, maka kita memilih itu untuk ditanam. Dengan demikian, maka tidak bisa orang katakan bahwa karena kita sedang giat-giatnya menanam jagung lalu mereka bilang ini kabupaten jagung, bukan itu harapan kita. Yang menjadi harapan kita bahwa Sabu harus unggul dengan multi komoditas. Sabu harus bisa menyelesaikan ketahanan pangannya dengan multi komoditas,” tukasnya.
By. SBR
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar