Pemerintah dan LSM Di Belu Perangi HIV/AIDS


sergapntt.com [ATAMBUA] – Tanggal 1 Desember menjadi hari peringatan HIV/AIDS se-dunia. Di mana, menjadi hari kepedulian terhadap penuntasan dan pemberatasan HIV/AIDS yang merupakan penyakit mematikan.
Tidak saja pemerintah, sejumlah LSM yang peduli HIV/AIDS turut terlibat mengingatkan masyarakat akan bahaya penyakit yang hingga kini belum ada obatnya itu.
Bupati Belu, Joachim Lopez dalam konferensi pers, Kamis (1/12) di ruang rapat bupati mengatakan, seluruh dunia memperingati hari HIV/AIDS se-dunia dan khusus untuk Kabupaten Belu, telah dilakukan sejumlah kegiatan, bergandengan tangan dengan sejumlah LSM.
Di Kabupaten Belu katanya, jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) per November 2011 telah mencapai angka fantastis yakni 634 ODHA atau penderita HIV/AIDS.
Jumlah ini tambahnya, merupakan jumlah terbesar di NTT dan menempati urutan pertama kabupaten dengan pengidap HIV terbanyak.
Jumlah ODHA yang meningkat dari tahun ke tahun bilangnya, merupakan kerja keras semua pihak baik itu pemerintah, KPAD dan LSM untuk mengangkat ke permukaan terkait penderita HIV/AIDS.
HIV/AIDS perlu diangkat ke permukaan sebagaimana dilakukan saat ini, daripada dibiarkan mengakar kebawah. Banyak orang beranggapan pemerintah gagal dalam memerangi HIV/AIDS, namun baginya ini sebuah keberhasilan untuk mengangkat yang terinveksi penyakit mematikan itu.
ODHA atau penderita HIV/AIDS kebanyak tidak terdeteksi dan kadang penderita tidak jujur mengungkapkan kalau mengidap HIV/AIDS. Kondisi ini akan menambah jumlah disetiap waktu.
Sebaliknya, jika diangkat ke permukaan melalui konseling, pemeriksaan darah dan lainnya, alhasil bisa dikurangi penyebaran HIV/AIDS yang lebih diistilahkan sebagai gunung es.
Hasil yang dicapai dengan mengumpulkan ODHA sebanyak ini urainya, merupakan kerja keras semua pihak, sehingga terkuak jumlahnya. “Lebih baik kita tahu jumlahnya daripada tidak sama sekali. Jangan kira daerah lain rendah penderita HIV/AIDS adalah jaminan bebas penyakit itu. Pastinya banyak sekali, namun tidak diungkap ke permukaan. Pemerintah Belu dan LSM di Belu berhasil mendapatkan angka fantastis itu untuk diambil jalan keluarnya,” katanya didampingi Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus, Sekda Belu, Petrus Bere, Sekretaris KPAD, Yosef Un, staf KPAD, Siprianus Mali, Kabag Humas, Mikael Baba serta sejumlah staf KPAD dan Humas lainnya.
Ia berjanji akan mendukung proses identifikasi ODHA maupun sosialisasi dengan dana yang cukup, sehingga daerah Belu tercover seluruhnya. “Tahun ini kita anggarkan Rp 300 juta. Tahun depan akan kita naikkan,” paparnya.
Pemkab kedepan akan terus melakukan peningkatan sosialisasi, edukasi, termasuk mendukung dengan menambah sarana prasarana terkait penyakit tersebut. Baginya mencegah lebih baik dari pada mengobati, apalagi penyakit itu belum ada obat patennya.
Pada bagian lain, memperingati hari HIV/AIDS sedunia, sejumlah LSM menggelar sosialisasi, diantaranya, Lembaga Pengembangan dan Perlindungan Anak (LLPA) Belu dan Lap Timoris.
LPPA Belu yang dinakhodai Karolus Tae dengan kepala project Mikael  Riu melaksanakan sosialisasi yang melibatkan masyarakat, siswa-siswi SMP, SMA/SMK se-Kota Atambua di GOR Rai Belu. Sosialisasi itu dihadiri Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus dan pengurus LSM.
Kepala Project, Mikael Riu mengatakan, HIV/AIDS sudah merupakan kejadian luar biasa dan perlu penanganan serius. Sosialisasi HIV/AIDS bertujuan untuk memberikan pemahaman soal HIV/AIDS yang mematikan, akibat dari hubungan seks bebas, pemakaian narkoba dan transfusi darah.
Taolin Ludovikus meminta masyarakat menyadarkan diri untuk tidak terjerumus dan terjangkit HIV/AIDS. Hindari seks bebas dan berganti pasangan, pakai narkoba, tato dan transfusi darah. Jika semua itu dihindari, maka HIV/AIDS tidak mungkin terjangkit dan berkembang.
Sementara itu, Lap Timoris dibawa pimpinan direkturnya, Hipolitus Mawar melakukan malam renungan dengan membakar seribu lilin, Rabu (30/11) malam, juga melakukan aksi bagi stiker peringatan akan bahaya HIV/AIDS yang mengancam setiap orang pada, Kamis (1/12) di simpang lima, bertepatan dengan hari AIDS se-dunia.
Semangat memerangi penyebaran HIV/AIDS yang dilakukan pemerintah dan berbagai LSM ini mendapat respon dan dukungan masyarakat Belu.
By. LOY

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.