Pustu Lederaga Tidak Punya Tenaga Medis


sergapntt.com [MENIA] – Hampir semua desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Sabu Raijua telah memiliki gedung puskemas pembantu (pustu) yang dibangun baik dengan dana APBD maupun dengan dana lainnya seperti PNPM. Sayangnya, keberadaan pustu tidak dibarengi dengan ketersediaan tenaga medis yang akan melayani kesehatan masyarakat.
Pengeluhan mengenai pustu yang dibiarkan mubazir tanpa ada petugas medis sudah sering dilontarkan masyarakat. Seperti diungkapkan, Djadi Raga, Kepala Desa Lederaga Kecamatan Hawu Mehara belum lama ini.
Sebagai pemerintah desa, ia meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua segera menugaskan petugas medis untuk melayani masyarakat di Desa Lederaga. Pasalnya, setiap ada masyarakat yang sakit dan membutuhkan pertolongan medis, maka harus berjalan kaki sejauh delapan kilometer menuju Puskesmas Tanajawa.
“Kasihan masyarakat yang tidak punya kendaraan, mereka harus berjalan cukup jauh ke puskesmas, sehingga kami minta supaya pak bupati segera menempatkan petugas medis di Lederaga. Paling tidak kalau ada masyarakat yang kena demam, maka mereka sudah bisa berobat ke pustu dan tidak lagi harus berjalan jauh ke Puskesmas Tanajawa,” ujarnya.
Dijelaskan, Pustu Tanajawa sudah dibangun sejak tahun 2007, namun dari sejak dibangunnya pustu hingga saat ini belum pernah ada petugas yang menempati pustu tersebut. Pengeluhan soal tidak ditempatkannya tenaga medis sudah disampaikan berkali-kali kepada pemerintah yang lebih atas baik sejak masih bergabung dengan Kabupaten Kupang hingga Sabu Raijua telah menjadi kabupaten otonom.
“Kita sudah berkali-kali mengeluhkan masalah ini kepada bapak-bapak yang diatas namun hingga sekarang permohonan kami belum terjawab. Kami berharap agar setelah kita jadi kabupaten, maka harapan masyarakat bisa cepat terwujud dalam waktu dekat,” harapnya.
Sementara, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sabu Raijua, U Wibowati yang dikonfirmasi mengenai permintaan masyarakat Lederaga kepada Timor Express menjelaskan, tenaga kesehatan yang ada di Sabu Raijua saat ini masih sangat kurang, sehingga dinas belum bisa menempatkan petugas medis pada setiap pustu yang ada di desa.
Walau demikian, dinas telah mengatur agar setiap pustu yang ada di masing-masing desa dan kelurahan tetap dilayani oleh petugas dengan cara membagi wilayah kerja dari para tenaga medis.
“Jadi untuk mengantisipasi kekurangan tenaga medis, maka kita sudah bagi wilayah kerja bagi para petugas di lapangan. Misalnya dalam satu kecamatan para bidan dan perawat yang ada harus melayani beberapa desa dan kelurahan dan mereka sudah menjadwalkannya. Misalnya di Kecamatan Hawu Mehara ada belasan desa, maka dengan tenaga medis yang ditugaskan disana, mereka sudah membagi wilayah pelayanan masing-masing,” jelasnya. 
Dikatakan, puskesmas pembantu berperan dalam bidang pelayanan kesehatan masyarakat pada penanganan dasar untuk penyakit yang sering terjadi pada masyarakat seperti demam, ISPA dan sebagainya.
“Peranan pusksmas pembantu sifatnya hanya penanganan pertama untuk penyakit dasar yang sering ada pada masyarakat. Umumnya pada penyakit yang sering berjangkit pada anak-anak misalnya penyakit demam, ISPA dan flu. Sedangkan untuk penyakit yang sifatnya berat itu harus di rujuk ke puskesmas induk atau rumah sakit,” paparnya.
By. SBR

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.