SMKN 1 Kualin Segera Dibangun


sergapntt.com [SOE] – Penantian masyarakat Kecamatan Kualin untuk mendapatkan gedung SMK Pertanian Negeri 1 Kualin segera terjawab. Pemerintah pusat melalui Kemendikbud telah memberikan bantuan dana pembangunan gedung sekolah tersebut.
Selain SMK Pertanian Negeri Kualin, terdapat beberapa SMK negeri dan swasta yang mendapat bantuan dana yang sama yakni penambahan ruangan maupun rehab gedung. Total dana bantuan sebesar Rp 3 miliar lebih itu akan dibagi ke masing-masing sekolah dan digunakan untuk pengadaan fisik gedung.
Demikian dijelaskan Kadis PPO Kabupaten TTS, Aba Anie kepada wartawan, Kamis (17/11) lalu. Aba Anie dikonfirmasi terkait ketiadaan ruang belajar SMK Pertanian Negeri Kualin. Menurut Aba, dana yang bersumber dari APBNP itu dicairkan langsung ke rekening kas masing-masing sekolah. Sehingga pengelolaan dana dilaksanakan oleh sekolah bersama komite. Namun harus sesuai dengan juknis dari pusat.
“Kita dapat bantuan dana dari Kemendikbud sebesar Rp 3 miliar lebih untuk Kabupaten TTS. Diperuntukkan bagi 12 SMK yakni sembilan SMK negeri dan tiga SMK swasta. Syukurlah, SMKN Kualin tahun ini termasuk satu di dalamnya. Jadi khusus SMKN Kualin akan dibangun dua ruang kelas baru (RKB) senilai Rp 200 juta lebih. Memang selama ini sekolah itu belum memiliki gedung sendiri, sehingga bantuan ini berupa ruang belajar,” jelas Aba.
Dia menambahkan, perhatian pemerintah terhadap pengembangan sekolah kejuruan semakin besar. Sehingga masih ada kemungkinan untuk penambahan sekolah kejuruan. Namun harus tetap mengacu pada beberapa syarat dan kriteria.
“Dulu sejak didirikan memang pembangunan gedungnya terganjal karena persoalan lahan. Namun setelah disepakati bersama masyarakat, sekarang sudah bisa dibangun,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komite SMKN Kualin, Sem R Benu yang diwawancarai Timor Express menguraikan, SMK Pertanian Negeri Kualin telah berdiri sejak tahun 2009. Namun karena ketiadaan gedung, sehingga ratusan siswa masih menggunakan gedung SMP Negeri 3 Amanuban Selatan. Sementara setiap tahun, siswa terus bertambah sehingga kebutuhan akan ruang belajar serta peralatan praktek terus meningkat.
“Awalnya masyarakat yang minta karena memang siswa yang ada di sini banyak juga. Jadi dijawab tahun 2009 dan sudah ada 23 guru ditambah kepala sekolah. Sampai sekarang siswa sudah mencapai 196 dari tiga kelas. Sekolah ini juga terdiri dari beberapa jurusan, sementara belum ada gedung jadi sulit bagi siswa yang ingin melakukan praktek lapangan,” keluh Sem.
Menyikapi hal tersebut, Sem mengaku telah bekerja sama dengan pihak sekolah untuk membangun ruang kelas darurat. Walau beratap daun gewang dan berdinding bebak serta berlantai tanah, namun tiga ruang kelas yang dibangun dapat membantu kelancaran KBM di sana.
“Kita dari komite bersama masyarakat swadaya untuk bangun tiga ruang darurat ini. Bisa digunakan oleh siswa untuk tempat praktek,” tambahnya.
By. SOS

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.