sergapntt.com [MENIA] – Makanan atau pakan yang diperuntukan bagi kelompok ternak yang diberi bantuan anak babi oleh Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua lewat Dinas Pertanian, hingga saat ini belum tiba pada kelompok penerima bantuan. Demikian disampaikan sekretaris kelompok ternak Mira Kaddi Kelurahan Mebba Kecamatan Sabu Barat, Jhony Bunga, kepada wartawan, Kamis (17/11) lalu.
Dikatakan, sudah hampir satu purnama berlalu, tapi bantuan pakan yang dijanjikan belum sampai kepada kelopok, sehingga anak babi yang ada hanya diberi makanan seadanya, sehingga pertumbuhan dan kesehatannya tidak terjamin.
“Jadi dalam perjanjiannya kita akan dibantu dengan pakan dalam beberapa bulan pertama. Tapi hingga saat ini dinas terkait belum juga memberi pakan ternak yang dijanjikan. Kita bukan memaksa, tapi karena melihat kondisi anak babi yang ada ini, maka kita mengingatkan kapan kita mendapatkan pakan. Soalnya sejak kita terima anak babi pada 28 Oktober silam, hingga sekarang kita belum mendapatkan makanan yang dijanjikan,” ujarnya.
Jhony menjelaskan, pemerintah lewat dinas juga menyiapkan dana untuk pembuatan kandang secara permanen, namun kenyataannya hingga kini biaya pembuatan kandang belum sampai kepada kelompok. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka kelompok secara swadaya telah membuat kandang darurat sambil menunggu uang pembuatan kandang datang dari dinas.
“Ini sudah mau hujan, sehingga kalau dalam waktu dekat tidak ada, maka kita akan mengalami kesulitan. Karena untuk membuat kandang permanen kita harus lebih dulu menggali lubang untuk pembuangan limbah kotoran ternak,” jelasnya.
Untuk itu pihaknya sangat berharap agar dinas bisa bertindak lebih cepat dalam menjawab keluhan kelompok. Pihaknya juga mengatakan, sudah ada anak babi yang mati dan kelompok telah melaporkan kejadian itu pada dinas.
“Kalau di kelompok kita sudah ada satu yang mati dan ada dua ekor yang sementara sakit. Saya juga mendapat informasi dari teman-teman lain yang dapat bantuan ini dan mereka juga mengalami hal yang sama,” katanya.
Hal yang sama juga dialami kelompok Muri Loro Kelurahan Limaggu Kecamatan Sabu Timur, di mana sudah ada tiga ekor anak babi yang mati. “Kita tidak tahu penyebabnya apa, tapi sudah tiga ekor yang mati. Apakah karena makanan yang kita kasih makan atau memang ada serangan penyakit, kita belum tahu. Setelah kita lapor ke dinas, maka petugas sudah datang memberi vaksin,” ujar Tomas Here, ketua kelompok Muri Loro.
Sementara, Sekretaris Dinas Pertanian Kehutanan Kelautan dan Perikanan Sabu Raijua, Dominggus Widu Hau yang dikonfirmasi mengenai keluhan kelompok ternak menjelaskan, dalam waktu dekat dinas akan segera membagi pakan serta uang untuk pembuatan kandang bagi kelompok.
“Pakan ini kita adakan dari Kupang, sehingga sedikit terlambat. Demikian juga dengan uang pembuatan kandang belum diberikan kepada peternak karena masih ada kelompok yang administrasinya belum lengkap. Tapi dalam waktu dekat ini semua itu sudah bisa direalisasi,” ungkapnya.
By. SBR
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar