Pelaku Penikaman Polisi Belum Ditemukan


sergapntt.com [KUPANG] – Tersangka pelaku penikaman terhadap anggota Buru Sergap (Buser) Polresta Kupang, alm. Brigadir Polisi (Brigpol) Obaja Obweld Nakmofa hingga kini belum ditemukan. Polisi masih terus memburu tersangka yang identitasnya sudah dikantongi polisi.
Walau begitu, polisi telah menahan oknum pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT, fredi Boymau. Fredi diduga terkait kasus ini lantaran mengatahui persis siapa pelaku yang menikam Brigpol. Obaja.
Sedangkan Iwan Bili yang sebelumnya ditahan polisi, telah dipulangkan karena dalam pemeriksaan Iwan hanyalah seorang pemilik sepeda motor yang dipakai tersangka.
Imformasi yang dihimpun sergapntt.com di Mapolresta Kupang menyebutkan, pada malam kejadian Kamis (1/12/11) lalu, Fredi meminjam motor milik Iwan, lalu Fredi meminjamkan lagi motor tersebut kepada tersangka. Tersangka kemudian mengendarainya, dan di tengah jalan ia berpapasan dengan Brigpol. Obaja dan Robinson, rekan polisi Obaja.
Saat itu, Obaja dan tersangka terlibat pembicaraan mengenai status kepemilikan motor itu. Lalu,,, tersangka mengaku meminjam motor itu dari Fredi. Karena kurang yakin, Obaja lalu meminta tersangka untuk bersama-sama menemui Obaja.
Kecurigaan korban benar adanya. Sebab, saat ketiganya menemui Fredi, Fredi membantah kalau itu motor miliknya. Akhirnya, Fredi dan tersangka diajak untuk ke kantor polisi. Fredi dibonceng oleh korban, sedangkan tersangka diboceng oleh Robinson.
Tapi naasnya, dalam perjalanan menuju kantor polisi itu, tepatnya di jalan Frans Seda Kupang, di samping Gereja Menara Kesaksian, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang sekitar pukul 23.30 WITA, tersangka tiba-tiba mencabut pisau dan langsung menghujam ke arah pundak Robinson. Beruntung Robinson melihatnya. Spontan polisi yang juga teman karib Obaja itu mengelak. Tapi malang, laju motor yang dikemudinya oleng. Akibanya Robinson dan tersangka jatuh. Saat itulah, tersangka melarikan diri ke arah Bonie M.
Melihat itu kejadian itu, spontan korban menghentikan laju sepeda motornya lalu turun dan mengejar tersangka. Korban berhasil menangkap tersangka. Tapi sayang, di saat itulah tersangka menikam korban kemudian melarikan diri.
Fredi kemudian ditahan dan malam itu juga Iwan, sang pemilik sepeda motor langsung dijemput dan diperiksa polisi di Mapolresta Kota Kupang.
Kapolres Kupang Kota, AKBP. Drs. Bambang Sugiarto, M.Si yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas, Iptu. Simon Satu, S.Ip mengatakan, penyidik masih terus mengejar pelaku. Sedangkan  tersangka Fredi masih terus diperiksa secara intens guna pengembangnan penyidikan kasus ini.
Sementara  Brigpol Obaja dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Dharma Loka, Kota Kupang, Minggu (4/12/11) siang.

Acara pemakaman didahului ibadat pemakaman di rumah duka di RT 08/ RW 03, Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Dilanjutkan upacara pemakaman secara dinas di TMP Dharma Loka dimulai tepat pukul 11.00 Wita dengan inspektur upacara Kapolres Kupang Kota AKBP Bambang Sugiarto.

Turut hadir pada acara tersebut Kapolda NTT Brigjen Pol Ricky Sitohang bersama seluruh jajaran perwira Polda NTT dan perwira Polres Kupang Kota bersama seluruh anggota polisi.

Kapolres Kupang Kota AKBP Bambang Sugiarto dalam amanatnya mengajak keluarga besar Brigpol Obaja untuk tidak larut dalam kesedihan, namun tetap tegar dan kuat menghadapi cobaan berpulangnya Brigpol Obaja ke pangkuan Tuhan.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan atas nama Pimpinan Polri saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi karena telah memberikan seorang putra terbaik menjadi anggota polisi yang mampu mengayomi masyarakat,” kata Bambang Sugiarto.

Ia menambahkan jajaran Kepolisian NTT merasa kehilangan seorang anggota polisi yang memiliki dedikasi tinggi untuk mempertahankan martabat kepolisian sebagai salah satu lembaga penegak hukum di Negara Indonesia.

Kapolda NTT Brigjen Polisi Ricky Sitohang melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Kompol Antonia Pah mengatakan Brigpol Obaja seorang polisi yang baik dan bertanggungjawab melaksanakan tugas.

“Kami kehilangan seorang polisi yang memiliki dedikasi tinggi dan rela gugur di medan tugas,” kata Pah.

Antonia Pah menjelaskan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo menganugerahkan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada Nakmofa.

Almarhum meninggalkan istri tercintanya, Yuliana Kore Uly dan dua orang anak yang masih balita yakni Pranza Blessa Nakmofa berusia dua tahun dan Ryesta Yoanita Nakmofa yang baru berusia satu bulan.

By. EMP

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.