sergapntt.com [OELAMASI] – Berlarutnya DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang sebagai DPC Pelopor dalam menyelenggarakan Musyawarah Rencana Kerja Cabang (Musrenjacab) bukan merupakan kesengajaan, tetapi ada beberapa alasan mendasar. Di mana, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang ingin mengkaji dan memaknai secara mendalam tentang apa yang dinamakan DPC Pelopor.
“Sebagai DPC Pelopor yang adalah program partai yang walaupun baru, namun perlu dipahami sebagai sebuah program partai yang sangat strategis bagi partai dan kader-kadernya kedepan. Karena itu, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang memahami, sebagai DPC Pelopor memiliki tugas yang mampu membumikan ideologi PDI Perjuangan di Kabupaten Kupang dengan menggerakkan tiga pilar partai yaitu pengurus partai, legislatif dan eksekutif sebagai upaya memberi keadilan dan kesejahteraan bagi massa rakyat di Kabupaten Kupang,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang, Johanis Mase pada Musyawarah Rencana Kerja Cabang I dan Pencanangan PAC Pelopor PDI Perjuangan Kabupaten Kupang yang dilaksanakan di aula Yayasan Alfa Omega Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Senin (5/12/11).
Dijelaskan, sebagai DPC Pelopor, pihaknya berupaya memaknai kata-kata ketua umum PDI Perjuangan yakni jalan ideologi yang dipilih adalah jalan yang keras. Dengan demikian, ia menyadari bahwa membumikan ideologi PDI Perjuangan di Kabupaten Kupang bukanlah jalan yang mudah. Karena itu, membutuhkan langkah yang taktis dan strategis. Semua kekuatan kader mesti digerakkan dan terus bergerak. Sebab, dalam menapaki perjalanan, mengimplemantasikan ideologi, mendapat lawan-lawan yang keras dan tangguh.
“Karena itu, kader tidak boleh menunggu, apalagi menunjukkan sikap diam di tempat. Potensi yang kita miliki saat ini, kita punya pengurus partai yang tangguh mulai dari DPC sampai di tingkat anak ranting. Kita punya kader di legislatif, kita punya kader yang memimpin daerah ini di pemerintahan. Harus terus bergerak dan terus digerakkan menjadi cabang pelopor dalam mengembangkan model pengelolaan partai harus menerapkan trias dinamika partai secara benar, konsisten dan berlanjut,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang ini menegaskan, menjadi kader adalah menjadi suluh bagi massa rakyat. Karena itu, dalam upaya membumikan ideologi PDI Perjuangan di Kabupaten Kupang kader yang terhimpun dalam tiga pilar partai haruslah memberikan teladan yang baik atau menjadi pelopor keteladanan kepada massa rakyat di Kabupaten Kupang.
Ditegaskan, dalam upaya mengkaji dan memaknai tugas dan tanggung jawab sebagai DPC Pelopor, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang telah memilih jalan sebagai langkah taktis dan yang dianggap strategis dalam membumikan ideologi PDI Perjuangan di Kabupaten Kupang.
Langkah taktis yang dimaksudkan adalah dalam rangka mempermudah pengorganisasian di arus bawah, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang telah menetapkan 12 PAC dari 24 PAC menjadi PAC Pelopor. Diharapkan, dari 12 PAC Pelopor itu bisa memenangkan seluruh hajatan politik yaitu pemilu kepala daerah baik di Kabupaten Kupang maupun di tingkat provinsi, pemilihan presiden dan dapat menghasilkan atau 12 kursi di DPRD Kabupaten Kupang, dua kursi di DPRD Provinsi NTT dan satu kursi di DPR RI.
“Dapat membumikan program Pemerintah Kabupaten Kupang dan kebijakan-kebijakannya yang berpihak pada rakyat adalah merupakan program PDI Perjuangan terisitimewa program desa mandiri anggur merah dan lainnya yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Kupang. Salah satu hal yang tidak kalah menariknya dan karena itu DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang mengambilnya sebagai salah satu program skala prioritas adalah mengadakan satu unit kendaraan ambulans untuk melayani masyarakat Kabupaten Kupang secara gratis. Teristimewa melayani kesehatan ibu dan anak karena masalah yang sangat krusial di Kabupaten Kupang adalah angka kematian ibu dan anak sangat meningkat,” urainya.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT, Nelson Matara dalam sambutannya mengatakan, PDI Perjuangan boleh berbangga punya bupati dan wakil bupati, tapi dalam forum yang bermartabat itu mereka tidak ada. “Itu tidak boleh. Mereka harus menghargai bahwa mereka lahir dari PDI Perjuangan,” katanya.
Ditegaskan, kegiatan seperti itu suka atau tidak suka yang namanya orang partai tidak boleh tinggalkan forum. Karena itu, DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT akan mengeluarkan surat peringatan kepada Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Kupang yang tidak hadir dalam acara tersebut.
“Itu harus diberikan peringatan tegas bahkan kalau boleh ibu ketua (Hereida Tambunan, red) yang ada disini memberikan mereka kepada kita untuk diberikan PAW. Itu menurut saya tidak ada-apa, karena kegiatan ini sudah dicanangkan cukup lama,” kata Nelson.
Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT ini menegaskan, kedepan harus dilakukan rapat dengan bupati dan wakil bupati dan tanya pada mereka, apakah mereka dari PDI Perjuangan atau bukan. “Kalau tidak, berikan kesepakatan dan mulai hari ini (kemarin, red) tarik dukungan itu agar kita tidak boleh memberikan respon yang cukup besar kepada Pemerintah Kabupaten Kupang. Bagaimana PDI Perjuangan yang mengangkat mereka, kegiatan yang bermartabat ini mereka tidak hadir. Itu membuat pelecehan bagi kader sendiri,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.
Sebanyak 12 PAC Pelopor yang dibentuk adalah, Kecamatan Taebenu, Kupang Tengah, Kupang Timur, Amarasi, Nekamese, Takari, Amarasi Selatan, Amfoang Utara, Amfoang Tengah, Fatuleu Tengah, Semau dan Amabi Oefeto Timur.
Hadir pada kesempatan itu, Korwil DPC Pelopor Wilayah Timur, Hereida Tambunan calon anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi NT yang akan dilantik, 8 Desember, Gusti, ketua Gema Perjuangan Sarina, Fenny, ketua Koperasi Gotong Royong DPD PDI Perjuangan NTT, Mathelda Malakamuri, bendahara DPD PDI Perjuangan NTT, Anthon, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang, Johanis Mase, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang, Soleman Dethan, ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sabu Raijua, Paulus Rabe Tuka bersama anggota serta pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang.
By. LITA
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar