Dira Tome Luncurkan Program Revolusi Hijau


sergapntt.com [MENIA] – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua dibawah kepemimpinan Bupati Marthen Dira Tome saat ini seakan sedang berperang dengan kondisi tandus dan kering di wilayah tersebut. Pemkab Sabu Raijua meluncurkan program baru yakni program revolusi hijau.
Program ini akan melibatkan seluruh masyarakat Sabu Raijua serta seluruh pelajar yang ada mulai dari tingkat SD hingga SMA.
Hal ini disampaikan Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome saat melakukan pertemuan dengan seluruh kepala sekolah se-Kabupaten Sabu Raijua di aula SMPN 1 Sabu Barat, Selasa (6/12).
Marthen menegaskan, pertemuan dengan para kepala sekolah sangat penting karena yang akan menjadi pelopor dalam menggerakkan program revolusi hijau adalah para pelajar se-Kabupaten Sabu Raijua.
“Yang dikatakan revolusi hijau ini bukan masalah tanam pohon-pohon saja di situ. Tetapi revolusi hijau sebenarnya termasuk dalam pemanfaatan pupuk dan pestisida yang tepat waktu dan benar. Dulu program pak Harto telah melakukan revolusi hijau dalam rangka swasembada pangan dan itu berhasil dengan gemilang dan Sabu harus lakukan itu saat ini,” ujarnya.
Untuk itu, guru dan pelajar harus mengambil bagian dalam menyukseskan program yang akan dijalankan. Langkah awal yang perlu dilakukan dalam rangka menyukseskan revolusi hijau adalah dengan menugaskan tiap siswa menanam pohon dalam koker masing-masing siswa sepuluh pohon. Setelah itu dilaksanakan, maka pemerintah akan menentukan lokasi untuk ditanami pohon yang telah dikoker lebih dulu oleh siswa.
“Karena itu, peran sekolah dan guru dalam hal ini cukup besar. Pelajar bisa menanam pohon apa saja, apakah itu gala-gala, lamtoro atau gamalina serta jenis pohon lainnya. Yang penting satu siswa harus menanam sepuluh pohon. Soal lokasi nanti kita akan atur kemudian. Bisa saja sekolah memulainya dengan menanam pohon di halaman atau menanam pada pagar sekolah,” ujarnya.
Dikatakan, jumlah siswa SD di Sabu Raijua saat ini mencapai 12 ribu lebih, belum lagi ditambah dengan siswa SMP dan SMA. Sehingga, jika satu siswa menanam sepuluh pohon, maka ada ratusan ribu pohon yang akan ditanam pada musm hujan kali ini.
“Itu baru anak sekolah yang berperan. Kalau ditambah dengan seluruh masyarakat yang ada diwilayah ini, maka saya sangat yakin jika ini berjalan sesuai harapan, daerah yang tandus ini akan cepat berubah. Kita bukan sementara menghayal, tapi kita sudah melakukannya sejak April lalu pada lahan-lahan kritis yang ada lewat program hutan rakyat mandiri dan coba pergi lihat semuanya masih hidup dan sekarang hujan sudah tiba. Jadi tanaman yang ada tinggal hidup saja,” ujarnya.
By. SBR

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.