Distan TTU Distribusi Bibit Jagung Bagi Petani


sergapntt.com [KEFA] – Masalah krisis bibit jagung yang dihadapi  petani di Kabupaten TTU perlahan teratasi. Hal ini terjadi  setelah  distribusi bantuan bibit jagung oleh pemerintah menyusul tibanya bantuan bibit jagung jenis hibrida dan composit.
“Bibit jagung hibrida sudah disalurkan kepada masyarakat sejak beberapa minggu lalu, sedangkan bibit jagung composit mulai hari ini baru kami salurkan ke seluruh desa/kelurahan yang ada di TTU,” ungkap Kadis Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten TTU, Marselina Sumu yang didampingi Kabid Sarana Prasarana, Hilda Fernandes di ruang kerjanya, Selasa (6/12).
Dijelaskan, bibit jagung jenis composit bantuan cadangan benih nasional (CBN) yang mulai didistribusikan kepada petani  baru mulai  dilakukan kemarin, karena bantuan tersebut baru tiba di gudang Dinas Pertanian Tanaman Pangan TTU, Senin (5/12).
Keputusan untuk mempercepat proses distribusi bibit jagung dilakukan untuk mendukung waktu penanaman yang tepat kepada petani.
“Kami tidak mau petani kita terlambat menanam jagung di lahan kebun yang sudah disiapkan hanya karena alasan ketiadaan bibit jagung untuk menanam kebun mereka, makanya meskipun baru tiba, bibit jagung composit langsung kami keluarkan dari gudang untuk dibagikan kepada para petani yang ada di TTU,” jelas Marselina.
Mantan Kabag Pemberdayaan Setda TTU ini menjelaskan, total bantuan bibit jagung yang diperoleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTU berjumlah 249.750 kg terdiri dari bibit jagung hibrida bantuan APBNP sebanyak 51 ribu kg dan bibit jagung composit  198.750 kg. Kedua jenis bibit jagung ini sudah dan sedang distribusikan kepada  masyarakat melalui pengurus kelompok tani.
“Kami tidak salurkan langsung kepada petani secara perorangan, tapi melalui kelompok tani. Karena selama ini kami dorong supaya semua petani bisa mengorganisir diri ke dalam kelompok tani, biar bisa terkoordinasi mudah dan memudahkan pengawasan dari segala aspek,” katanya.
Menurut dia, bantuan  bibit jagung yang disalurkan kepada petani belum mampu mengatasi persoalan ketiadaan bibit jagung untuk ditanami pada lahan seluas 25 are sesuai syarat perolehan  bantuan beras program PKP. Karena itu dia meminta petani untuk memanfaatkan stok bibit jagung seadanya hasil panen tahun lalu yang dimiliki warga saat ini.
“Pemerintah sudah berusaha maksimal untuk kalau boleh bisa memenuhi kebutuhan bibit jagung bagi semua petani yang ada di TTU, tapi apa daya, hanya itu yang bisa kami lakukan untuk meringankan beban kekurangan bibit jagung pada musim tanam tahun ini. Kami yakin masyarakat punya sedikit stok bibit jagung, sehingga bisa menutupi kekurangan yang ada saat ini,” ujarnya.
By. TEF

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.