sergapntt.com [ATAMBUA – Pembangunan PLTU Aufuik terlihat mandek alias jalan ditempat. Karena itu, Sabtu (3/12/11) lalu, Bupati Belu, Joachim Lopez beserta jajarannya turun ke lapangan meninjau pembangunan PLTU Aufuik.
“Kami Sabtu lalu sudah turun langsung ke lapangan untuk lihat pengerjaan proyek itu,” bilang Joachim.
Dikatakan, dari penjelasan konsultan pengawas saat kunjungan itu, mesin pembangkit semuanya sudah ada di lokasi proyek dan sementara dikerjakan beberapa hal terkait dengan tempat mesin.
Hanya saja, proyek itu berjalan agak tersendat selain karena terkendala pergantian kontraktor pelaksana, juga akibat dengan material. “Semua sedang dikerjakan. Saat ini kendalanya adalah material untuk pembangunan tempat mesin,” katanya.
Untuk material ternyata menjadi kendala utama saat ini. Sebab, material khususnya pasir tidak sesuai dengan spek, di mana kadar lumpur lebih banyak, sehingga tidak dapat dipakai.
Karena kondisi itu, material harus didatangkan dari luar untuk pelaksanaan berbagai item pekerjaan, khususnya untuk tempat mesin.
Selain kendala material dan pergantian kontraktor, ada juga kendala lain yang dikemukakan yakni masalah pembangunan tower jaringan listrik, di mana ada sejumlah titik melewati kawasan hutan lindung, sehingga belum dibangun karena diperlukan izin dari Kementerian Kehutanan.
Joachim menyebutkan, pihaknya akan segera menyurati Dirut PLN terkait pembangunan PLTU yang sementara dilakukan agar secepatnya dikerjakan dan masyarakat Kabupaten Belu segera menikmati listrik yang berasal dari PLTU. “Kami akan surati Dirut PLN dalam beberapa waktu ini supaya pekerjaan bisa segera dituntaskan oleh kontraktor pelaksana dan masyarakat bisa nikmati listrik yang didambakan selama ini,” paparnya.
Dia berharap, mega proyek milik PLN yang dibangun dengan tujuan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Belu dan TTU itu bisa segera selesai dan masyarakat dapat menikmati listrik.
Pemerintah katanya, akan terus berkoordinasi dengan lembaga terkait agar pembangunan PLTU terus berjalan dan akhir 2012 sebagian mesin berfungsi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Belu dan TTU.
Sementara itu, konsultan pengawas pembangunan PLTU Aufuik, Rojaya mengatakan, ada beberapa kendala yang dihadapi kontraktor diantaranya masalah material seperti pasir dan masalah pembangunan tower jaringan listrik.
Walau demikian, kontraktor akan terus melakukan pembangunan PLTU dan akhir 2012 nanti satu atau dua mesin pembangkit sudah berfungsi.
Menyoal persentase pengerjaan proyek, dia mengatakan, secara keseluruhan telah mencapai 77,5 persen dan diperkirakan akhir tahun 2012 bisa dioperasikan mesin pembangkit.
By. ATB
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar