PNPM Gelar Kegiatan Ruang Belajar Masyarakat


sergapntt.com [BA’A] – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Rote Ndao bersama fasilitator PNPM Kabupaten Rote Ndao menggelar kegiatan workshop ruang belajar masyarakat (RBM) sebagai wahana pembelajaran bersama secara kolektif. Workshop dilaksanakan selama dua hari yakni 5-6 Desember 2011 di aula kantor BPMPD Kabupaten Rote Ndao.
Nikodemus Asbanu, fasilitator pemberdayaan PNPM Kabupaten Rote Ndao, Selasa (6/12) mengatakan, kegiatan hari pertama lebih fokus pada penetapan kegiatan. Pada waktu lalu katanya, telah dibentuk pokja RBM tingkat kabupaten. Pokja itu mendesain kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan dalam wadah ruang belajar masyarakat. Desain kegiatan itu dibahas dan ditetapkan dalam workshop penetapan kegiatan.
Sedangkan hari kedua katanya, lebih fokus pada penyusunan modul RBM dengan tujuan untuk mengembangkan ruang belajar bersama masyarakat. Tentu saja harus dilakukan secara terorganisir, tersistematis dan terstruktur, maka perlu ada pelatihan-pelatihan yang akan dilakukan.
“Pelatihan-pelatihan ini harus didahului dengan penyusunan modul, karena ada modul yang sudah disusun dari pusat sebagai modul nasional juga diberi kesempatan untuk pokja kabupaten mendesain modul lokal dengan memperhatikan kearifan lokal di Kabupaten Rote Ndao. Seperti kita membuat modul lakamola anan sio, bagaimana sinergi PNPM mandiri pedesaan dengan lakamola anan sio,” ujarnya.
Modul-modul yang disusun dan dibahas, akan dilakukan pelatihan kepada tenaga pelatih dari tiap kecamatan selanjutnya mereka (tenaga pelatih, red) akan menjadi pelatih pengembangan kader, advokasi hukum, pengembangan media di masyarakat di setiap kecamatan dan desa.
Dijelaskan, kegiatan RBM adalah bagaimana mewujudkan hak rakyat terhadap pembangunan dan kontrol publik. Inilah yang mau dibanguan dalam wahana ruang belajar masyarakat. Karena sebenarnya masyarakat punya hak untuk kontrol langsung terhadap pembangunan itu.
Menjawab ada beberapa kasus yang melibatkan PNPM yang terjadi di Rote Ndao yang membuat masyarakat ragu akan program PNPM, Nikodemus mengaku, ada komponen masyarakat tertentu yang merasa kecewa terhadap penanganan kasus-kasus, sehingga hal itulah yang mau dibenahi melalui ruang belajar. Karena selama ini tidak pernah ada ruang belajar untuk masyarakat.
Dikatakan, ada juga banyak kekurangan dari implementasi program, namun karena pengawasan dari masyarakat kurang, jadi kebanyakan temuan masalah ditemukan oleh supervisi dari program dan supervisi dari badan pengawas program.
Dia berharap, pengawasan langsung dari masyarakat, karena kegiatan berada ditengah-tengah masyarakat, sehingga alangkah baiknya masyarakat yang melakukan pengontrolan langsung.
By. RND

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.