Uni Eropa Kunjungi Noelbaki dan Manusak


sergapntt.com [OELAMASI] – Sejak tahun 2001, Uni Eropa memberikan bantuan kepada warga baru eks Timor Timur melalui program Aid to Uprooted People (bantuan untuk pengungsi). Manfaat langsung dari program itu telah diterima pengungsi dan masyarakat lokal.
Care dan UN Habitat merupakan mitra kerja Uni Eropa yang bekerja di Provinsi NTT dan telah melaksanakan program untuk membantu para pengungsi yang masih telantar memperoleh kembali kondisi kehidupan yang layak.
Demikian ditegaskan Project Officer Uni Eropa, Muamar Vebry saat berdialog dengan warga baru eks Timor Timur dan warga lokal di kantor Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Selasa (6/12).
Hadir pada kesempatan itu, Petrus dari Care, Kemal beserta dua staf, Yusraf dan Kamran dari UN Habitat, Direktris Yayasan Alfa Omega, Sofia Malelak-de Haan, kepala Desa Noelbaki, Yacob Fole serta masyarakat eks Timtim dan masyaraat lokal.
Pada kesempatan itu, Vebry menjelaskan, dirinya sebagai penyandang dana bagi project yang dijalankan Care dan Yayasan Alfa Omega penting melihat kerja sama dan perpaduan warga baru dan warga lokal.
“Kami datang untuk melihat kemajuan masyarakat yang dibantu Care dan melihat integrasi dilihat dari konteks ekonomi, sosial dan politik yang terjadi antara warga baru dan warga lokal,” katanya sembari menjelaskan dirinya juga ingin tahu masalah apa yang masih ada di masyarakat baru dan masyarakat lokal.
Direktris Yayasan Alfa Omega, Sofia Malelak-de Haan menjelaskan, sebagai pelaksana project, dirinya menjalankan program di 15 desa di Kabupaten Kupang. Program yang dijalankan yakni program dampingan sesama kepada kelompok perempuan.
Kepala Desa Noelbaki, Yacob Fole menjelaskan, tanah yang luas untuk dibangun resettlemen di Noelbaki tidak ada, sehingga warga tidak mau pindah dari daerah sekitar terminal Noelbaki. Sebab, lokasi yang hanya diseputaran terminal.
“Kasihan, kalau hujan tergenang air. Kami sudah tanya mengapa tidak mau pindah, mereka tanya apakah disana kami bisa cari hidup sendiri,” jelas Yacob.
Usai Project Officer Uni Eropa, Muamar Vebry memberikan penjelasan dilanjutkan dengan dialog. Salah satu warga baru, Agustinus Sarmento menjelaskan, mereka tidak dapat resettlemen karena tidak mau keluar dari Noelbaki. Karena mereka telah berbaur dengan warga lokal serta tanah yang mereka tempati adalah tanah milik pemerintah.
“Ini tanah pemerintah, jadi kami minta pemerintah bangun resettlemen bagi kami di Noelbaki sini. Karena teman-teman di Oebelo atas dan Oebelo bawa tanahnya tidak jelas. Kami lebih memilih Noelbaki karena tanahnya milik pemerintah. Teman-teman yang sudah dapat resettlemen lebih susah, makanya ada yang kembali ke kamp,” jelasnya.
Setelah berdialog, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Manusak Kecamatan Kupang Timur. Di Manusak, rombongan berdialog dengan warga baru terkait program bantuan yang telah diberikan Care selama ini.
Dalam dialog, seorang warga mengaku, bantuan semen yang dibagikan Care tidak semua warga baru mendapatkannya. Karena itu, ia meminta agar kalau dapat mereka diberikan bantuan.

By. LITA

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.