sergapntt.com [BA’A] – Sebanyak 54 imigran gelap asal Afganistan yang hendak menyeberang ke Australia untuk mencari suaka ditangkap aparat Polres Rote Ndao di perairan Pukuafu, Desa Sotimori, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sekira pukul 03.30 Wita, Jumat (9/12/11).
Ke-54 imigran tersebut langsung digiring ke Mapolres Rote Ndao. Tiba di Mapolres sekitar pukul 07.30 Wita selanjutnya dibawa ke Mapolda NTT. Wakapolres Rote Ndao, Kompol Ardy Sutryono kepada wartawan mengatakan, informasi mengenai para imigran awalnya datang dari masyarakat dan anggota polisi yang bertugas di Rote Timur. Setelah dicek kebenarannya barulah pihaknya bersama anggota buser turun ke lokasi.
“Kami tiba dilokasi (Pukuafu, red) sekira pukul 03.00 pagi dan saat itu juga langsung di evakuasi. Para imigran menggunakan perahu tradisional,” ujar Ardy.
Dari 54 imigran tersebut katanya, sebanyak 49 orang berasal dari Afganistan dan lima orang dari Pakistan dan didalamnya terdapat satu perempuan (ibu) dan satu balita perempuan berusia dua tahun dan sisahnya laki-laki.
Para imigran tersebut katanya, menggunakan perahu tradisional tanpa nama asal NTB. Dari hasil pemeriksaan, pemilik kapal tersebut bernama Haji Nasrula asal Bima-Dompu Nusa tenggara Barat dan juragan bernama Amin Bere asal Rote-Papela dengan dua orang ABK diantaranya, Hamka (29) dan Husin (54) asal Bima-NTB. Kapal itu berangkat dari NTB, Senin (5/12).
Menjawab motif para imigran yang hendak menyeberang ke Australia, Ardy mengatakan, sesuai hasil interogasi, motif mereka hanya mau mencari suaka ke Australia karena negara mereka katanya tidak aman dan sering terjadi konflik.
Bupati Rote Ndao, Leonard Haning pada kesempatan itu mengatakan, tugas dari pemerintah dan aparat kepolisian Rote Ndao adalah menangkap, mengamankan dan mengirim ke pemerintah provinsi dalam hal ini imigrasi dan tentu Satgas Polda NTT.
Sementara, kepala Unit IOM Rote Ndao, Ferdinan Naffi mengatakan, para imigran tersebut akan dibawa ke Polda NTT setelah itu langsung diantar ke imigrasi.
By. ROT
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar