Sebenarnya, polisi sudah lama mengidentifikasi bungker tersebut. Namun, kekukuhan bungker berukuran 50 meter persegi dan tersembunyi di balik dinding setebal 5 meter berbahan beton bertulang dan dibuka-tutup secara elektronik itu menyulitkan petugas. Di lain pihak, sang bos mafia bisa mengendus upaya-upaya aparat dalam menembus bungkernya itu melalui kamera pengawas (CCTV).
Polisi kemudian melakukan penggalian dan pengeboran. Pertahanan pemimpin klan Casalesi itu pada akhirnya runtuh saat polisi memutus aliran udara dan listrik yang digunakan untuk menghidupkan saluran air bersih. Zagaria pun menyerah tanpa perlawanan. Penangkapan itu pun mengejutkan banyak pihak. Sebab, sang bos tampak berbeda dari fotonya yang ditampilkan di laman Departemen Dalam Negeri Italia. Ia terlihat lebih tua, lengkap dengan rambut putihnya.
Jaksa antimafia Piero Grasso mengungkapkan, Zagaria mungkin menghabiskan waktu setahun terakhir sebagai buron di wilayah itu. Itu terjadi, katanya, karena mafia hanya dapat menjalankan kekuasaan jika mereka berada di lingkungan yang melindunginya. “Ini mimpi buruk. Kami tahu dia di sana, tetapi sulit untuk menangkapnya, bahkan sulit untuk menariknya keluar. (Namun) akhirnya kami menangkapnya,” ujar Grasso kepada televisi Sky TG24.
Perdana Menteri Mario Monti memuji penangkapan itu sebagai ‘hari besar’ untuk ‘semua orang jujur’. Senada, Menteri Dalam Negeri Annamaria Cancellieri mengatakan keberhasilan petugas itu dipandangnya sebagai sebuah kesuksesan besar, tidak hanya terhadap klan Casalesi, tetapi juga melawan organisasi Camorra secara keseluruhan.
Raffaele Cantone, mantan hakim Naples yang sejak lama kematiannya diinginkan klan Casalesi, menyamakan penangkapan Zagaria dengan penangkapan bos dari segala bos mafia Sisilia, Bernardo Provenzano, pada 2006. “Dengan penangkapan Zagaria itu, seperti kita tahu, klan Casalesi sudah berhenti eksistensinya. Dan kita harus mengawasi, akan menjadi apa klan ini sekarang. Ini akhir sebuah zaman,” ujar Cantone kepada Reuters.
“Ini adalah hari besar, tetapi pertempuran melawan pengusaha jahat masih jauh dari kata selesai,” kata penulis buku Gomorrah: Italy’s Other Mafia, yang terinspirasi kisah Zagaria dan klannya itu, Roberto Saviano, kepada kantor berita Ansa.
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar