sergapntt.com [MENIA] – Angin segar ditiupkan Bupati Sabu Raijua, Marthen Luther Dira Tome kepada para kepala sekolah yang hasil ujian nasional (UN) mencapai angka kelulusan seratus persen dengan nilai ujian yang bagus. Bupati berjanji akan memberikan bonus berupa perjalanan ke luar daerah untuk melakukan studi banding jika ada kepala sekolah yang berhasil mencapai target yang telah ditetapkan.
Hal ini dikatakan Marthen Dira Tome saat memberi arahan kepada para kepala sekolah se-Kabupaten Sabu Raijua dalam kegaiatan diklat peningkatan komptensi kepala sekolah di Gereja Pulau Patmos, Rabu (7/12/11).
“Dalam menghadapi UN tahun depan saya minta supaya para kepala sekolah bisa menjadi top manajer yang baik, sehingga apa yang menjadi harapan kita agar persentase kelulusan meningkat dengan nilai UN yang bagus bisa tercapai. Bagi para kepala sekolah yang mencapai persentase kelulusan seratus persen dan nilai ujiannnya bagus akan diberi bonus perjalanan ke luar daerah untuk melakukan studi banding,” ujarnya.
Untuk itu, dirinya meminta agar semua data peserta UN tahun 2012 harus sudah disiapkan secara baik, sehingga tidak ada yang tercecer. Untuk menghadapi UN, maka telah dilakukan berbagai kegiatan baik itu Bedah SKL dan Center MIPA hingga pada try out bagi para siswa yang akan mengikuti UN.
“Program jam wajib belajar yang ada harus benar-benar dilaksanakan oleh semua elemen yang ada terutama para orang tua dalam hal mengontrol anak-anak pada jam belajar. Kita sudah bentuk tim yang terdiri dari polisi maupun Pol PP untuk melakukan razia dan mengontrol dari rumah ke rumah apakah benar pada saat jam belajar para siswa itu memang lagi belajar,” tegasnya.
Marthen menegaskan agar para kepala sekolah dan guru tidak boleh merekayasa hasil ujian nasional dan membiarkan ujian berjalan apa adanya untuk mengetahui apa yang menjadi persoalan, sehingga tingkat kelulusan menjadi rendah. Alasan klasik yang ditonjolkan ketika hasil UN merosot adalah karena Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) menaikkan standar kelulusan. Padahal ada ada berbagai faktor penyebab kenapa hasil UN tidak mengalami peningkatan.
“Yang kita ingin adalah kondisi apa adanya. Setelah pelaksanaannya supaya kita bisa melihat benang kusutnya di mana. Sakit apa sih pendidikan ini kok persentase kelulusannya menjadi rendah. Alasannya kan BSNP menaikkan standar kelulusan. Nah kalau memang naikkan standar kelulusan kenapa juga mutu pendidikan tidak dinaikkan, sehingga semuanya berikut-ikutan. Yang jadi persoalan adalah naiknya standar kelulusan kemudian mutu tidak naik, maka itu ambruk di mana-mana,” pungkas Marthen.
Untuk itu, maka para kepala sekolah wajib memberikan penekanan-penekanan kepada para guru sehingga para guru bisa melakukannya dengan baik. Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sabu Raijua, maka pemerintah telah menindaklanjuti dengan berbagai kegiatan seperti Center MIPA bagi para guru serta pendidikan dan pelatihan bagi para kepala sekolah dan para pengawas, sehingga bisa melakukan pembinaan pendidikan kepada para guru di tingkat sekolah sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih baik.
“Ada delapan standar pendidikan yang ditetapkan oleh BNSP, dari semua itu bisa kita atur-atur. Tapi yang tidak bisa kita lakukan yaitu standar proses. Ini sulit kita lakukan, karena itu maka proses belajar mengajar yang baik dan benar serta menyenangkan bagi anak didik akan memberi hasil yang baik pula,” tegas Marthen.
By. SBR
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar