Nunun diterbangkan dari Thailand menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda pukul 14.00 WIB. Ia dikawal 3 orang polisi Thailand dan 8 orang penyidik KPK.
Nunun sebelumnya disebut-sebut dilindungi oleh ‘kekuatan besar’. KPK mensinyalir Nunun dilindungi pihak asing yang dekat dengan pengusaha dalam negeri.
Nama Nunun disebut berulang kali di persidangan karena diduga berperan sebagai penyalur cek pelawat pada anggota DPR untuk memenangkan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur BI. Namun Nunun melalui pengacara selalu membantahnya.
Berikut ini kronologi dinamika perburuan terhadap istri politisi PKS, Adang Dorodjatun, sepanjang tahun 2011.
23 Mei
Di dalam rapat kerja dengar pendapat antara Komisi III DPR dengan pimpinan KPK, Ketua KPK Busyro Muqoddas mengumumkan bahwa Nunun Nurbaety telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. “Kami telah menetapkan Ibu Nunun Nurbaiti sebagai tersangka,” kata Busyro.
26 Mei
Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM atas permintaan KPK mencabut paspor atas nama Nunun Nurbaety. Sebelum dicabut, masa berlaku paspor tersebut berakhir pada 11 Nopember 2014.
30 Mei
Tersiar kabar bahwa Nunun Nurbaety terlihat berada di Thailand.
6 Juni
Nunun Nurbaety resmi menjadi buronan Interpol atas red notice yang dikirimkan Mabes Polri.
31 Agustus
Adang Dorodjatun mengaku menerima SMS ucapan selamat Idul Fitri dari istrinya yang menjadi buronan KPK.
23 Nopember
Tersiar foto mengenai Nunun Nurbaety di sebuah perbelanjaan di Singapura. Foto tersebut diketahui dibuat pada 2010. “
10 Desember
Dubes RI untuk Thailand, M Hatta, mengkonfirmasikan kabar bahwa Nunun Nurbaety berhasil ditangkap. “Benar. Nunun sudah ditangkap oleh Royal Police (kepolisian Kerajaan Thailand -red),” ujarnya.
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar