Yoseph Mali, Hidupi Keluarga Dengan Usaha Kios


sergapntt.com [KUPANG] – Tidak ada cara untuk keadaan terbaik, tetapi selalu ada cara untuk keadaan yang lebih baik. Ungkapan ini menjadi motto hidup Yoseph Mali. Bahkan motto ini menjadi kekuatan tersendiri bagi alumni Panti Rehabilitasi Tunanetra Hit Biah Kupang itu untuk mulai meretas usaha dagang.

Bagi Ose —begitulah Yoseph Mali biasa disapa–  memiliki gagasan tentang sesuatu belum tentu baik dan berguna jika belum melakukannya. Karena itulah penguhuni kos-kosan di bilangan Kelurahan Oepura (Kupang) itu nekad membuka kios ditengah ketatnya persaingan bisnis. Targetnya tidak muluk-muluk. Ia hanya menyiapkan sebagian dari bahan kebutuhan pokok untuk melayani sesama anggota kos, para tetangga dan orang yang kebetulan lewat di depan tempat tinggalnya. Keuntungan yang didapat hanya Rp. 200 ribu hingga Rp. 300 ribu per bulan. Tapi ia selalu mensyukuri bersama sang istri, Martha (24) dan kedua buah hatinya, Ferdi (4) dan Fester (3).
Tuntutan hidup dan impian untuk dapat menyekolahkan kedua anaknya membuat si penyandang cacat itu tiba pada keputusan untuk mengambil tindakan membuka usaha kios sembari menggeluti usaha kerajinan tangan seperti membuat sapu pembersih yang terbuat dari bulu ayam atau tali rafia serta melakukan pekerjaan lain yang menghasilkan uang, termasuk jika ada tetangga yang membutuhkan tenaganya.
Bagi Ose, memulai usaha sama dengan memulai belajar.   Ose, benar,  berwirausaha membutuhkan keberanian. Apapun yang ingin dilakukan, mulailah mulai mengambil tindakan.
Bisnis bukan tentang memiliki model bisnis yang tepat atau bagus dilihat. Memiliki gagasan tentang sesuatu, belum tentu baik dan berguna jika kita belum melakukannya.  Dari Ose, kita belajar tentang keberanian mengambil tindakan. Goethe bilang, “Keberanian memiliki kecerdasan, kekuatan dan keajabaiban di dalamnya.” Atau Rendra bilang, “Keberanian adalah cakrawala.” Keberanian adalah kualitas pikiran yang menggerakan orang untuk mencari, menemukan, menyelediki sesuatu yang baru, dan melintasi cakrawala. Keberanian tidak datang dengan sendirinya, tetapi perlu dilatih. Proficiat Ose!

By. Chris Parera


Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.