Adoe – Jeriko “Saling Sikut” Di Lintasan Suksesi Kota Kupang


sergapntt.com [KUPANG] – Jawara Pemilukada Kota Kupang 2008, Drs. Daniel Adoe dipastikan akan melakoni tarung ulang melawan Drs. Jefri Riwu Kore (Jeriko) dalam laga suksesi pemilukada Kota Kupang periode 2012-2017. Dan Adoe diyakini akan mengendarai Partai Golkar, sedangkan Jeriko dengan armada birunya, Demokrat.   
Di pertarungan sebelumnya, Dan Adoe yang berpasangan dengan Drs. Daniel Hurek dinyatakan menang mutlak atas paket Jeriko- Yohanes Dae dengan skor meyakinkan 40.801 (26,18 %) – 33.086 (21,47 %). Sedangkan suara sisa dari mereka, diraih paket Al Foenay – Agas Andreas 32.705 (21,22 %), Jonas Salean – Aleksander Ena 24.796 (16,09 %) dan Djidon de Han – Bele Antonius 22.700 (14,73 %).
Pertarungan Dan Adoe versus Jeriko kali ini ibarat Real Madrid kontra Barcelona. Diatas kertas sama-sama kuat, sama-sama dasyat, sama-sama punya strategi mematikan. Sebagai incumbent, Dan Adoe tentu lebih diunggulkan, (kayak Barcelona main dikandang sendiri, hahay,,,).
Dengan kekuasaan yang ia miliki, semua problema suksesi, diprediksi bisa diatasi dengan mudah. Apalagi Dan Adoe masih punya segudang pasukan birokrat loyalis yang selalu siap menggalang pemilih untuk kembali memilihnya sebagai Walikota Kupang di perode kedua atau di akhir kiprahnya sebagai calon walikota menurut aturan yang berlaku.
Toh begitu, Jeriko tak bisa di pandang remeh. Dengan pengalaman serta posisi politiknya sebagai Anggota DPR RI, Jeriko tentu punya visi dan misi yang ampuh melumpuhkan sang jawara.  Belum lagi respon pemilih terhadap kehadiran Jeriko di kancah perpolitikan Kota Kupang cukup fantastis di minggu-minggu terakhir ini. Hampir di semua pojok kota, Jeriko bisa dibilang sebagai figur bakal calon walikota yang paling sering disebut, bahkan dijagokan akan keluar sebagai the champion dalam sesi balapan demokrasi lima tahunan kali ini. Tapi,,,, politik is politik. Yang mungkin bisa menjadi tidak mungkin. Begitupun sebaliknya. Semua bisa berubah dalam sekejap. Di menit terakhir sekalipun, siapa saja bisa dibuat tak berkutik, termasuk Dan Adoe dan Jeriko.  
 “Dan Adoe kuat. Walaupun selama ini dia sedikit dipusingkan dengan sejumlah kasus di Kota Kupang seperti yang dibeberkan oleh pak Veky Lerik, Ketua DPRD Kota Kupang. Tapi,,,, sebagai tim, kami tetap yakin, pak Dan Adoe akan menang lagi di pemilukada kali ini. Siapa pun lawannya,,,,” imbuh Natan Ndun, salah seorang simpatisan Dan Adoe saat bincang-bincang santai dengan sergapntt.com di Kupang, Rabu (7/12/11).
Klaim yang sama datang juga dari Ady Pingak, salah seorang simpatisan Jeriko; “Kita lihat saja nanti. Warga Kota ini bukan pemilih tradisional. 92 persen pemilih kota ini terdiri dari kaum rasional. Mereka tau mana yang baik, mana yang tidak baik. Mana yang menjanjikan, dan mana yang tidak. Sekarang sudah saatnya kota dipimpin oleh orang muda yang punya ketulusan hati membangun kota ini. Saya yakin,,,, orang yang ditunggu itu adalah Jeriko”.
Keyakinan Ndun dan Pingak bisa terjadi, bisa juga tidak. Apalagi hingga kini Dan Adoe maupun Jeriko belum memiliki pendamping. Keduanya sedang berusaha menggaet Drs. Kristo Blasin. Anggota DPRD NTT besutan PDIP itu bak bidadari yang sedang diperebutkan dua pangeran dari kerajaan berlainan. Ia digadang-gadang akan mendampingi Jeriko. Sementara Partai Golkar mengklaim kalau Kristo Blasin sudah dipaketkan dengan Dan Adoe. Sayang,,, Kristo Blasin tanggapi dingin soal keinginan dua ‘jagoan’ tersebut. Ia menganggap  keinginan Dan Adoe-Jeriko sebagai fenomena politik belaka. Sebab, orang-orang dekat Kristo Blasin mengaku, sesungguhnya Kristo Blasin tak pernah berniat apalagi berambisi mencalonkan diri sebagai calon wakil walikota.
“Yang Kristo Blasin ingin itu,,,, menjadi calon Bupati Sikka, bukan calon wakil walikota,” papar sobat karib Kristo Blasin yang mewanti-wanti agar namanya tidak di tulis.
Walau demikian, Dan Adoe dan Jeriko tentu punya kalkulator sendiri apa untungnya menggandeng Kristo Blasin. Selain bisa mewakili komunitas Flores yang ada di Kota Kupang, mantan Wakil Ketua DPRD NTT itu juga bisa dijadikan jaminan bahwa PDI Perjuangan akan berkoalisi dengan Golkar atau Demokrat. Sebab, Kristo Blasin telah mendapat restu bahkan  ‘diutus’ oleh Ketua DPD PDI Perjuangan, Drs. Frans Lebu Raya  untuk bertarung dan merebut kemenangan PDI Perjuangan di Pemilukada Kota Kupang.
“Bagi kami, apa pun makanannya, minumannya tetap teh sostro. Artinya, siapa pun calon walikotanya, maka wakilnya tetap Kristo Blasin,” tegas Sekretaris DPD PDI Perjuangan, Nelson Matara kepada sergapntt.com saat bersua di Mall Flobamor Kupang, belum lama ini.
Menghadapi suksesi Kota Kupang, baik Golkar maupun Demokrat masih harus berkoalisi dengan partai lain. Sebab jumlah suara yang diraih Golkar dan Demokrat di pemilu 2009 lalu tidak mencapai 15 % dari jumlah kursi DPRD Kota Kupang sebagaimana diamanatkan Undang-Undang dan Peraturan KPU tentang pedoman teknis dan tata cara pencalonan pemilukada. Itu sebabnya, Dan Adoe dan Jeriko ngotot saling sikut bersaing merebut PDI Perjungan dan partai politik lainnya, seperti Gerindra (3 kursi), Hanura (2 kusi), PPRN (2 kursi) dan PDS (2 kursi). Tapi,,, hingga kini, belum ada satu partai pun yang menyatakan siap berkoalisi dengan Golkar maupun Demokrat.
PDI Perjuangan dan Gerindra sebenarnya telah memproklamirkan paket calon walikota dan wakil walikota jauh sebelum kasak-kusuk suksesi ramai dibicarakan warga Kota Kupang. Kala itu PDI Perjuangan dan Gerindra bersepakat menyodok Anggota DPRD NTT yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Kupang, Ed Foenay dan Kristo Blasin sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2012-2017. Sayang, Ed Foenay keburu dipanggil Sang Khalik. Skenario ini pun berubah.
“Ya,,,, PDI Perjuangan akan menetapkan Calon Walikota dan Wakil Walikota melalui penjaringan dan survei. Sedangkan soal paket, sekarang kita masih dalam taraf komunikasi dengan parpol lain, termasuk Gerindra dan bakal calon,” ujar Wakil Ketua DPD PDIP NTT, Kornelis So’i, SH.
Mekanisme perekrutan PDIP hampir sama dengan Demokrat. Hanya saja Demokrat dibentengi lagi kerja Tim 9 yang terdiri dari DPP 3 orang, DPD 3 orang dan DPC 3 orang untuk menjaring, menyaring, dan mengeluarkan rekomendasi penetapan bakal calon menjadi calon walikota dan wakil walikota.
“Demokrat well come bagi siapa saja. Sejauh ini kita masih melakukan survei,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Jhon Kaunang saat ditemui di Sekretariat Partai Demokrat NTT di Kupang.
Kepastian Jeriko akan berpasangan dengan Kristo Blasin diutarakan juga oleh Jeriko. Kepada Timorense, Anggota Komisi IX DPR asal Partai Demokrat itu mengaku telah bersepakat dengan Kristo Blasin.
“Ya, kami sudah bertemu dan bersepakat. Tapi semua tergantung hasil survei nanti,” imbuhnya.
Jika Jeriko-Kristo Blasin masih menunggu hasil survei Partai Demokrat dan PDI Perjuangan, maka tidak halnya dengan Golkar. Partai berlogo beringin yang di arsiteki Dan Adoe itu, sudah menyatakan bahwa Partai Golkar Kota Kupang akan mengusung paket Dan Adoe – Kristo Blasin. Penetapan paket  tersebut berdasarkan hasil penjaringan Komisariat Kelurahan (Kumlur) Partai Golkar se Kota Kupang yang menempatkan Dan Adoe-Kristo Blasin di urutan pertama dari 32  nama Bakal  Calon Walikota dan 36 Bakal Calon Wakil Walikota yang dijaring Partai Golkar.
By. CHRIS PARERA

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.