Petani Asal Flores Timur Ngamuk Di Kantor Gubernur NTT


Paulus Demon Kotan

sergapntt.com [KUPANG] – Seorang petani asal Dusun Goliriang, Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Paulus Demon Kotan, kemarin siang, Selasa (13/12/11) mengamuk di Kantor Gubernur NTT, tepatnya di depan ruang kerja Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya.
Seperti disaksikan sergapntt.com, sebelum diamankan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kantor Gubernur NTT, Kotan mengamuk dan nyaris mendobrak pintu ruang kerja Gubernur NTT. Setelah diselidiki, ternyata Kotan kecewa dengan sikap masa bodoh gubernur dan jajarannya terhadap proposal permintaan bantuan yang ia ajukan sejak tahun 2010 lalu.
“Polisi minta saya uang. Saya uang tidak ada. Makanya, sebagai rakyat NTT, saya minta bantuan kepada pemerintah provinsi NTT. Uang itu akan saya berikan kepada polisi. Tapi koq saya dipingpong kesana kemari,” ujar Kotan geram.
Menurut Kotan, awal mula sampai ia meminta bantuan gubernur itu berawal ketika ia dimintai uang oleh aparat Polres Flores Timur untuk memulangkan istri dan keenam orang anaknya dari Pringsewu, Lampung Selatan ke Flores Timur.
“Istri dan anak saya dilarikan ke Lampung oleh Yance Lamahala, pasang selingkuh istri saya. Saya akhirnya mengadu ke polisi dan langsung diproses. Kasus ini pun akhirnya dinyatakan P 21. Tapi di persidangan butuh kehadiran istri dan anak-anak saya. Nah,,, polisi mengaku mereka tidak punya dana untuk menghadirkan istri saya. Mereka lalu minta saya uang. Karena saya tidak punya uang, makanya saya mendatangi gubernur. Tapi,,, sampai disini koq saya diperlakukan seperti bukan rakyat NTT. Saya dipingpong kesana kemari. Dari biro keuangan saya disuruh menghadap gubernur, saya mau menghadap gubernur, kata protokol gubernur, gubernur sibuk, sibuk, sibuk. Padahal saya sudah mondar-mandir disini berbulan-bulan,” paparnya.
Kegaduahan tersebut akhirnya bisa terselesaikan berkat bantuan sejumlah wartawan desk Kantor Gubernur NTT.
Gubernur pun langsung memerintahkan biro keuangan untuk segera memberikan bantuan. Sayang, Kotan sudah terlampau emosi. Ia akhirnya pamit dan pulang.
By. CHRIS PARERA

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.