sergapntt.com [MENIA] – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sabu Raijua meminta agar pemerintah lebih cermat dalam perencanaan setiap kegiatan dengan menyadari keterbatasan yang dimiliki, sehingga setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat diselesaikan tepat waktu dan tidak menimbulkan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) yang terus meningkat setiap tahunnya.
Demikian pemandangan umum Fraksi PDI Perjuangan terhadap nota keuangan atas rancangan APBD Kabupaten Sabu Raijua tahun anggaran 2012 yang disampaikan pada paripurna, Senin (12/12) lalu.
Fraki PDI Perjuangan berpendapat, pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 4 miliar lebih dari terget Rp 2 miliar lebih harus menjadi semangat bagi pemerintah untuk terus mengoptimalkan potensi PAD yang ada di Kabupaten Sabu Raijua.
Bupati Sabu Raijua dalam tanggapannya atas pemandangan umum fraksi-fraksi yang dibacakan Wakil Bupati, Nikodemus Rihi Heke mengatakan sependapat dengan harapan Fraksi PDI Perjuangan agar pemerimntah secara cermat merencanakan setiap kegiatan yang akan dilaksanakan, sehingga bisa selesai tepat waktu.
Bupati menjelaskan, pos PAD yang memberikan kontribusi terbesar sehingga tercapainya target yang ada lain-laib PAD yakni jasa giro. Upaya peningkatakan PAD akan menjadi komitmen pemerintah melalui kegiatan ekstensifikasi dan intensifikasi pada setiap tahun anggaran.
Sementara Fraksi Partai Golkar DPRD Sabu Raijua pada pemandangan umumnya menyarankan agar dalam meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan pendidikan, pemerintah perlu memperhatikan pembiayaan kegiatan penunjang seperti peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Selain itu, pemerintah juga perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas serta memperhatikan para mahasiswa asal Sabu Raijua yang berprestasi dalam bidang pendidikan dengan pemberian beasiswa terutama bagi mereka yang tidak mampu.
Pemerinta juga bisa secara bertahan supaya mengupayakan pemberian tugas belajar bagi guru dan pegawai yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan di bidangnya.
Menanggapi pendapat Farksi Partai Golkar, pemerintah menyatakan sependapat untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas termasuk memperhatikan mahasiswa yang kurang mampu, namun berprestasi dalam dunia pendidikan. Untuk guru dan pegawai yang belum memiliki kualifikasi dalam bidang tugasnya, maka pemerintah akan berupaya untuk diberi tugas belajar sesuai dengan kemampuan keuangan yang ada.
By. SB
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar