Aksi Pencurian Kembali Marak Di Atambua


sergapntt.com [ATAMBUA] – Aksi pencurian kembali marak di Kota Atambua dan sekitarnya. Tingginya aksi pencurian membuat kepolisian harus bekerja keras membongkar sindikat pencurian di tengah masyarakat. Sebelum membongkar sindikat, kepolisian meminta masyarakat untuk waspada dan tidak terlena. Sebab, setiap saat aksi pencurian bisa terjadi manakala ada kesempatan.
Demikian dikatakan Kapolres Belu, AKBP Darmawan Sunarko melalui Kasubag Humas Polres Belu, Iptu M Azhar, Jumat (16/12/11) di ruang kerjanya. Azhar mengungkapkan, setelah beberapa bulan lalu sejumlah sindikat pencurian ditangkap, masyarakat merasakan cukup nyaman karena merupakan pentolan kawanan pencuri dan perampok. Namun kini kembali lagi terjadi aksi pencurian yang dialami masyarakat dalam satu pekan terakhir.
Dia menjelaskan, setidaknya dalam satu pekan terakhir ada tiga laporan polisi soal pencurian. Berdasarkan laporan polisi yang diterima, aksi pencurian didominasi oleh pencurian sepeda motor oleh pelaku yang masih dalam penyelidikan. Diuraikan, aksi  pencurian pertama terjadi pada 11 Desember 2011 dan anggota kepolisian menjadi korbannya. Purwanto yang merupakan anggota Polres Belu kehilangan sebuah sepeda motor honda tiger dengan nomor polisi DK 8640 AQ di rumahnya di Tini Kelurahan Manuaman Kecamatan Atambua Selatan.
Saat itu, kata Azhar, korban memarkirkan sepeda motornya di teras rumah. Setelah parkir, korban masuk ke rumah dan menghidupkan laptop. Sekira pukul 02.00 Wita, korban mendapati sepeda motornya sudah hilang tanpa diketahui pelakunya. Kerugian yang diderita sebesar Rp 14,5 juta.
Hingga kini kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terhadap kawanan pencuri yang beraksi.
Kejadian serupa menimpa Marianus Manek, warga Tulamalae Kelurahan Tulamalae Kecamatan Atambua Barat. Jumat (16/12) dini hari, dua unit sepeda motornya digasak maling sekira pukul 02.30 Wita.
Dia menceritakan, korban Marianus Manek memarkirkan dua sepeda motor masing-masing honda blade dengan nomor polisi DH 6904 DE dan honda revo dengan nomor polisi DH 2560 DD di teras rumahnya. sekira pukul 02.30 Wita, Jumat kemarin saat korban keluar dan memeriksa dua sepeda motornya, ternyata telah dibawa kabur dan tidak diketahui pelakunya. Saat ini tambahnya, pelaku dan jaringannya sedang dalam penyelidikan Polres Belu. “Pelaku masih kami selidiki karena yang pasti ini jaringan yang kuat,” ucapnya.
Sementara itu, kejadian ketiga adalah pencurian besi beton sebanyak 11 batang. Aksi ini sebenarnya sudah terjadi lama yakni Juni 2011 silam dan baru saja dilaporkan ke pihaknya.
Besi beton yang dicuri merupakan bahan bangunan milik Desa Tukuneno Kecamatan Tasifeto Barat yang dititipkan pada rumah Rosalinda Anok di Tabean Desa Tukuneno untuk proyek PPIP. Pelaku katanya, masih dalam penyelidikan.
Masyarakat Kabupaten Belu diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan diri dan barang-barang. Barang-barang berharga hendaknya dimasukkan dalam rumah agar tidak memberikan peluang kepada kawanan pencuri beraksi. Dia juga mengharapkan masyarakat yang merasa kehilangan segera melaporkan ke jajaran kepolisian terdekat untuk dilakukan penyelidikan dan diungkap siapa saja pelakunya.
By. ATB

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.