sergapntt.com [KUPANG] – Pembanguan Bandara Mbay atau Surabaya II di Mbay, ibukota Kabupaten Nagekeo yang telah dimulai dua tahun terakhir dengan master plan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo harus didukung semua pihak. Apalagi pada tahun 2012 pemerintah pusat melalui APBN akan mengucurkan dana pengerjaan lanjutan sebesar Rp43 miliar melalui Dinas Perhubungan (Dishub) NTT.
Hal ini disampaikan anggota DPRD NTT, Anwar Pua Geno di sela-sela rapat pembahasan APBD NTT TA 2012 di gedung DPRD NTT. Menurutnya, Bandara Mbay cukup strategis dan merupakan titik kuat dan akan menjadi ikon model transportasi modern untuk Flores dan NTT, kini dan ke depan. Letak Mbay menjadi sentral bagi seluruh kabupaten di Flores dalam pemenuhan transportasi udara dari Flores ke Bali,Jawa, dan Makasar bahkan ke luar negeri.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka ini sampaikan apresiasi kepada Pemprov NTT dan pemerintah pusat (Pempus) yang telah menetapkan tiga bandara di NTT sebagai bandara utama utama yakni El Tari di Kupang, Tambolaka di Sumba Barat Daya dan Mbay di Nagakeo. Tentunya tiga bandara ini akan terus dikembangkan guna memenuhi standar penerbangan nasional dan internasional.
“Khusus bandara Mbay, dengan ketersediaan lahan yang sangat luas sampai 3.500 meter, bandara Mbay nanti akan bisa didarat pesawat berbadan lebar jenis boeing dan airbus,” kata Anwar.
Terhadap isu masih ada penolakan sebagian warga Mbay pemilik tanah di lokasi Bandara Surabaya II, putera asal Nangaroro- Nagekeo ini meminta Pemkab Nagekeo dan Pemprov NTT untuk terus melakukan dialog dan pendekatan dengan masyarakat. Selain itu, masyarakat pun diharapkan memberi dukungan karena kehadiran bandara Mbay nantinya akan membawa kemajuan bagi pembangunan Nagekeo pada khususnya dan Flores serta NTT pada umunya. Apalagi dengan masuknya Komodo sebagai New Seven Wonders of the World, akan menarik ribuan wisatawan domestik dan mancanegara setiap tahun ke Flores, seterusnya ke Flores Timur dan Lembata. Semua akan mendorong sektor lain bergerak maju dan berkembang
“Bandara Mbay akan jadi ikon perubahan masyarakat Flores masa kini dan mendatang di era globalisasi,” tandas Anwar.
Anggota Fraksi Partai Golkar yang juga anggota Badan Anggaran DPRD NTT ini berharap masyarakat NTT, Flores da Nagekeo khususnya harus memberi apreasiasi atas dukungan yang kuat dan knonkrit dari pempus yang pada tahun angaran 2012 mengalokasikan dana sebesar Rp43 miliar untuk pembangunan Bandara Mbay. Ini wujud komitmen pempus untuk Flores dan NTT agar cepat menasional dan mendunia melalui sarana transportasi udara.
Julius Jera, salah seorang masyarakat Kabupaten Nagekeo yang tergabung dalam Forum Nagekeo Bersatu dengan tegas menolak pembangunan Bandara berskala internasional “Surabaya II” di Mbay karena hanya merupakan aspirasi dari pemerintah pusat atau Jakarta. Seharusnya pemda mengutamakan program pembangunan infrastruktur yang membumi atau diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat lokal.
Menurutnya, ide membangun bandara bertaraf internasional di Mbay hanya akan mematikan atau meng-kanibal bandara yang telah ada di Flores seperti Bandara Frans Seda (Maumere), Bandara H Hasan Aroeboesman (Ende), Bandara Turelelo (Bajawa), dan Bandara Frans Sales Lega (Ruteng), Bandara Gewayantana (Larantuka), dan Bandara Wunopito (Lewoleba).
By. FLO
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar