Di NTT, Korban Tewas Akibat Lakalantas 30.629 Orang


Kapolda NTT, Brigjen Pol. Ricky Sitohang

sergapntt.com [KUPANG] – Jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) 2011 berjumlah 30.629 orang atau naik 679 orang dari korban tewas lakalantas tahun 2010 sebanyak 29.950 orang. Sedangkan kasus lakalantas secara keseluruhan meningkat dari 104.826 kasus pada 2010 menjadi 106.129 kasus pada 2011.
Kapolda NTT, Brigjen Ricky Sitohang katakan ini saat membaca Amanat Kapolri Jenderal Timur Pradopo pada Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2011 di Kupang.
Ricky sampaikan, untuk gangguan kamtibnas sesuai laporan Pusat Pengendalian Operasi Mabes Polri 2011 mencapai 317.016 atau naik sebesar 6,3 persen dari gangguan kamtibnas pada 2010 sebesar 298.988 kasus. Sedangkan aksi anarkisme dan terorisme yang terjadi selama 2011, mendapat perhatian serius dari Polri pada parayaan natal dan tahun baru.
“Aksi ini tentunya menjadi ancaman serius yang harus mendapatkan atensi di dalam menghadapi momentum perayaan natal dan tahun baru kali ini,” kata Ricky.
Ia menyampaikan, polisi tetap bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat dan intansi lintas sektoral guna merumuskan langkah-langkah inovatif dan cara bertindak yang efektif untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang kemungkian terjadi pada 2012.
Untuk pengamanan natal dan tahun baru, Polri menurunkan 83.547 personel ditambah 18.917 personel TNI dan instansi terkait yang digelar di 4.292 pos pengamanan dan 229 pos pelayanan yang dibangun di lokasi-lokasi yang menjadi obyek perayaan natal dan tahun baru. Polda NTT termasuk dalam 14 polda di Tanah Air yang ditetapkan sebagai daerah operasi prioritas satu pada operasi lilin 2011.
Terkait pengamanan natal dan tahun baru tersebut, tambah Ricky, Polda NTT akan mengerahkan dua per tiga kekuatanya yang berjumlah 7.000 orang untuk mengamankan perayaan hari natal dan tahun baru di seluruh wilayah daerah itu. Jumlah itu belum termasuk pengamanan yang oleh Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berjumah sekitar 1.000 orang. Fokus pengamanan dilakukan di gereja-gereja serta di lokasi sering luput dari pengamatan seperti tempat-tempat ziarah. Bentuk pengamanan dilakukan secara tertutup dan terbuka.
“Tempat yang tidak biasa dikunjungi itulah yang sering luput dari pengamatan, sehingga fokusnya ke sana,” ujar Ricky.
Ia menambahkan, sejumlah titik yang dinilai rawan keamanan yakni pelabuhan laut dan udara, tempat ibadah, pusat-pusat pembelanjaan, tempat hiburan, dan terminal bus. Pengamanan natal dan tahun baru tersebut berlangsung hingga pekan pertama Januari 2012. Pengamanan bertujuan memberikan kenyamanan kepada umat yang beribadah serta kepada warga yang menikmati hari libur di lokasi pariwisata maupun di pusat-pusat keramaian.
By. FLO

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.